Cuaca Panas di Jerman, 10 Orang Tewas Akibat saat Berenang

Ilustrasi cuaca panas/ekstrem.
Sumber :
  • Pixabay

Berlin, VIVA – Sebanyak 10 orang tewas akibat kecelakaan saat berenang di Jerman selama akhir pekan di tengah gelombang panas yang membuat banyak orang pergi danau dan sungai untuk menyejukkan diri, lapor media lokal pada Minggu 28 Juni 2026.

img_title Bukan Cuma di Pulau Jawa yang 'Panas Menyengat', Jepang Juga Alami Suhu Tak Biasa di Akhir Oktober

Menurut keterangan polisi, seorang pria berusia 27 tahun tenggelam di Sungai Neckar dekat Heidelberg pada Sabtu 27 Juni, kemudian ada seorang pria berusia 30 tahun meninggal di danau tempat berenang dekat Neuhofen, Mannheim selatan, sementara dua pria meninggal di perairan berbeda di Berlin, lapor Kantor Berita Jerman (DPA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang anak berusia 6 tahun meninggal di kawasan Herner Meer di Kanal Rhine-Herne di Rhine Utara, Westphalia. Polisi juga menemukan jenazah di kawasan Hesse yakni seorang pria berusia 40 tahun di Danau Waldsee Raunheim, Frankfurt barat daya.

img_title Mengapa Siang Hari Terasa Lebih Panas dan Menyengat Akhir-akhir Ini? BMKG Ungkap Penyebabnya

Pada Jumat, seorang pria berusia 45 tahun ditarik dari air oleh pengunjung di Seepark Lünen dekat Dortmund, namun nyawanya tidak tertolong kemudian meninggal di rumah sakit, jelas polisi.

Polisi juga mengatakan seorang bocah berusia 8 tahun ditemukan tewas setelah pencarian selama dua jam di sebuah danau tempat berenang di Isernhagen dekat Hanover. Menurut laporan awal, anak tersebut sedang berenang sebelum tenggelam ke dalam air.

img_title Lupakan Laurin Ulrich, PSSI Kini Dikabarkan Incar Pemain dari Inggris untuk Bela Timnas Indonesia

Jenazah dua orang pria lanjut usia juga ditemukan di Danau Constance pada hari Jumat 26 Juni setelah mereka menghilang sehari sebelumnya ketika melompat ke danau di depan istri mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jerman telah mengalami beberapa hari panas dengan suhu mencapai bahkan melebihi 40 derajat Celsius, dengan sedikit penurunan suhu di malam hari di sejumlah daerah.

Gelombang panas yang berkepanjangan ini semakin menyulitkan kelompok masyarakat yang rentan, sementara kebiasaan langsung masuk ke dalam air dingin saat cuaca ekstrem dapat memicu beban berat pada sistem peredaran darah. (Ant)

ilustrasi panas

Riset Ungkap Dampak Panas Perkotaan terhadap Kelompok Berpenghasilan Rendah

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan telah mengembangkan berbagai cara untuk menghadapi panas, mulai dari menyesuaikan aktivitas hingga adaptasi

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut