AS Pertimbangkan Kurangi Militernya di Arab Saudi, Ini Alasannya

sorot - bendera amerika serikat
Sumber :
  • REUTERS/Mike Blake

VIVA – Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mengurangi keberadaan militernya di Arab Saudi dan memusatkan pasukannya di negara-negara yang lebih kooperatif selama kampanye militer melawan Iran, seperti Israel dan Yordania, menurut laporan The Wall Street Journal.

img_title Keamanan Jadi Prioritas, Media Arab Ungkap Potensi Piala Asia 2027 Ditunda ke 2028

Laporan yang mengutip sejumlah sumber itu, menyatakan bahwa selama masa jabatan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Pangkalan Udara Pangeran Sultan untuk menghalangi Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ketidaksepakatan tentang Operasi Epic Fury dan Proyek Kebebasan antara AS dan Arab Saudi pun terjadi hingga memicu diskusi tentang pengurangan pasukan AS di kerajaan tersebut.

img_title AS Kirim 10 Pesawat Militer ke Timur Tengah, Iran Bakal Digempur Lagi?

Karena khawatir terjadi eskalasi ketegangan, Arab Saudi lalu memblokir akses militer AS ke pangkalan dan wilayah udaranya segera setelah Proyek Kebebasan diluncurkan.

Sebagai tanggapan, AS pun mengancam akan menunda pengiriman sistem pencegat yang digunakan Arab Saudi untuk mempertahankan diri dari rudal dan drone Iran. Hal itu memaksa Riyadh mencabut pembatasan tersebut.

img_title Houthi Kembali Bidik Arab Saudi, Rudal Balistik Menuju Taif Berhasil Dicegat

Namun, AS tidak memperbarui Proyek Kebebasan, melainkan beralih dengan melakukan koordinasi secara diam-diam bersama kapal-kapal untuk membantu mereka meninggalkan Selat Hormuz pada malam hari dengan cara mematikan pemancar kapal, demikian laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Bahrain, tetapi tidak ke Arab Saudi.

Bagi Riyadh, sikap Rubio itu dianggap sebagai pernyataan tidak bersahabat secara terbuka. Pemerintahan Trump pun menolak interpretasi Arab Saudi itu, dengan mengatakan bahwa Rubio mengadakan pembicaraan produktif dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud di Bahrain dan hubungan antara Washington dan Riyadh pun tetap kuat. (Ant)

Bendera Arab Saudi.

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Darurat di 3 Kota, Apa yang Terjadi?

Otoritas Arab Saudi mengaktifkan peringatan darurat di sejumlah kota yakni Abha dan Khamis Mushait di wilayah barat daya serta Taif di bagian barat Arab Saudi, Senin.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut