AS Pertimbangkan Kurangi Militernya di Arab Saudi, Ini Alasannya

sorot - bendera amerika serikat
Sumber :
  • REUTERS/Mike Blake

VIVA – Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mengurangi keberadaan militernya di Arab Saudi dan memusatkan pasukannya di negara-negara yang lebih kooperatif selama kampanye militer melawan Iran, seperti Israel dan Yordania, menurut laporan The Wall Street Journal.

img_title Jepang Mulai Ragukan Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2027, Ini Pemicunya

Laporan yang mengutip sejumlah sumber itu, menyatakan bahwa selama masa jabatan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Pangkalan Udara Pangeran Sultan untuk menghalangi Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ketidaksepakatan tentang Operasi Epic Fury dan Proyek Kebebasan antara AS dan Arab Saudi pun terjadi hingga memicu diskusi tentang pengurangan pasukan AS di kerajaan tersebut.

img_title Houthi Luncurkan Tiga Rudal Balistik ke Arab Saudi, Semuanya Berhasil Dicegat

Karena khawatir terjadi eskalasi ketegangan, Arab Saudi lalu memblokir akses militer AS ke pangkalan dan wilayah udaranya segera setelah Proyek Kebebasan diluncurkan.

Sebagai tanggapan, AS pun mengancam akan menunda pengiriman sistem pencegat yang digunakan Arab Saudi untuk mempertahankan diri dari rudal dan drone Iran. Hal itu memaksa Riyadh mencabut pembatasan tersebut.

img_title Di Tengah Pemangkasan Gas dari Indonesia, Singapura Justru Dapat Kesepakatan Energi Penting dari Arab Saudi

Namun, AS tidak memperbarui Proyek Kebebasan, melainkan beralih dengan melakukan koordinasi secara diam-diam bersama kapal-kapal untuk membantu mereka meninggalkan Selat Hormuz pada malam hari dengan cara mematikan pemancar kapal, demikian laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Bahrain, tetapi tidak ke Arab Saudi.

Bagi Riyadh, sikap Rubio itu dianggap sebagai pernyataan tidak bersahabat secara terbuka. Pemerintahan Trump pun menolak interpretasi Arab Saudi itu, dengan mengatakan bahwa Rubio mengadakan pembicaraan produktif dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud di Bahrain dan hubungan antara Washington dan Riyadh pun tetap kuat. (Ant)

Raffi Ahmad

Raffi Ahmad dan Irfan Hakim Panik Dapat Peringatan Serangan Udara di Arab Saudi, Perjalanan ke Taif Batal

Rombongan umrah Raffi Ahmad dan Irfan Hakim mengalami situasi tak terduga saat berada di Arab Saudi. Para jamaah mendadak menerima notifikasi darurat soal serangan udara.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut