25 Orang Tewas Akibat Cuaca Panas Ekstrem di AS

Ilustrasi cuaca panas/ekstrem.
Sumber :
  • Pixabay

Washington, VIVA – Sedikitnya 25 kematian dilaporkan akibat cuaca panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat, dari Deep South, Midwest dan Pesisir Timur. Menurut laporan saluran berita NBC, Minggu, 22 di antara kematian tersebut tercatat di New Jersey.

img_title Makin Gacor! Striker 197 Cm Timnas Indonesia Mitchell Baker Kembali Bikin Gebrakan di Amerika Serikat

Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, mengatakan jumlah kematian terkait panas di negara bagian timur laut tersebut meningkat dari 19 menjadi 22 pada Sabtu 4 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, satu kematian terkait panas tercatat di Illinois dan dua di Mississippi.

img_title Polusi Udara Bisa Dicek Lewat HP, Begini Cara Mengetahui Kualitas Udara Sebelum Keluar Rumah

ABC melaporkan bahwa suhu di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius pada peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, memecahkan rekor yang ditetapkan lebih dari 100 tahun yang lalu.

Cuaca panas ekstrem dan badai memengaruhi stabilitas jaringan listrik di beberapa negara bagian AS.

img_title Mengapa Siang Hari Terasa Lebih Panas dan Menyengat Akhir-akhir Ini? BMKG Ungkap Penyebabnya

Di New York, suhu melonjak hingga 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius) pada Kamis 2 Juli, hingga menyebabkan aspal meleleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa kota lain di wilayah Pesisir Timur membatalkan atau menjadwal ulang acara peringatan Hari Kemerdekaan.

Pada Sabtu, sedikitnya 840.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik di tengah gelombang panas dan badai petir musim panas. (Ant)

Pemain Timnas Indonesia Mitchell Baker.

Makin Ganas di Amerika, Mitchell Baker Cetak Dua Gol untuk Georgetown University

Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, menunjukkan ketajamannya bersama Georgetown University. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak dua gol saat membawa timnya menang

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut