Ada Kapal Melintas Tanpa Izin, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Kapal perang AS perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta memblokade Iran di Selat Hormuz
Sumber :
  • US Centcom

Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali menutup Selat Hormuz. IRGC juga mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan musuh di Timur Tengah apabila terjadi agresi lanjutan terhadap.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Menurut laporan Press TV, IRGC mengumumkan bahwa penutupan Selat Hormuz setelah sebuah kapal tak bernama berupaya melintasi selat tersebut dengan sistem identifikasi dimatikan dan menggunakan jalur yang tidak sah. Korps elite Iran itu menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut berakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika musuh melakukan tindakan agresi baru terhadap kami, tindakan itu akan dibalas dengan respons yang keras, dan pangkalan-pangkalan musuh lainnya di kawasan akan menjadi sasaran," demikian pernyataan IRGC yang dikutip oleh stasiun televisi tersebut, dikutip dari Sputnik, Minggu, 12 Juli 2026.

img_title Pernikahan Berdarah di Iran, Wapres AS Akui Pasukannya Bisa Saja Salah Sasaran

Sebagaimana diwartakan, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Rabu (8/7) mengonfirmasi bahwa AS telah melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran dengan menargetkan militer Iran di Selat Hormuz.

"Atas arahan Panglima Tertinggi, pasukan Komando Pusat Amerika Serikat telah memulai serangan tambahan terhadap Iran guna semakin melemahkan kemampuannya mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.

img_title Iran Serang Pangkalan Militer AS di UAE dan Kuwait

"Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi baru-baru ini yang tidak dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal niaga dan awak sipil yang berlayar di jalur pelayaran internasional yang vital," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya pada Rabu pagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan terdengar ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu. (Ant)

Wakil Presiden AS JD Vance

Serangan AS Tewaskan Warga Sipil di Iran, Wapres AS Bilang 'Tak Sengaja'

Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) J.D. Vance mengakui ada kemungkinan serangan yang dilakukan pasukan AS ke Iran secara tidak sengaja mengenai warga sipil.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut