Masa Kesepakatan Sepihak Berakhir, Iran Desak AS: Tepati Janji atau Tanggung Akibatnya!

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, VIVA – Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiatir utama Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan masa kesepakatan sepihak telah berakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Ghalibaf pun mendesak Amerika Serikat untuk segera menepati janji. Jika tidak, maka AS akan menanggung akibatnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah memperingatkan Anda, tepati janji Anda atau tanggung akibatnya. Kenyataan sudah di depan mata," kata Ghalibaf di platform X, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.

img_title Pernikahan Berdarah di Iran, Wapres AS Akui Pasukannya Bisa Saja Salah Sasaran

Unggahan Ghalibaf itu juga menyertakan gambar berisi kutipan Pasal 5 di "Memorandum of Understanding Islamabad", yang merupakan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran yang diteken pada 18 Juni lalu.

Pasal lima MOU Islamabad tersebut mengatur tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan sorotan pada frasa "Republik Islam Iran akan membuat pengaturan".

img_title Iran Serang Pangkalan Militer AS di UAE dan Kuwait

Pernyataan Ghalibaf itu disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan dan instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk, sementara AS melancarkan babak ketiga serangan dengan mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan yang mereka lakukan tersebut untuk membalas Iran karena telah menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang. (Ant)

Wakil Presiden AS JD Vance

Serangan AS Tewaskan Warga Sipil di Iran, Wapres AS Bilang 'Tak Sengaja'

Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) J.D. Vance mengakui ada kemungkinan serangan yang dilakukan pasukan AS ke Iran secara tidak sengaja mengenai warga sipil.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut