Bangladesh Labrak Myanmar soal Rohingya

Pengungsi Rohingya.
Sumber :
  • Dani Randi/Aceh.

VIVA – Bangladesh memprotes tindakan Myanmar yang melabeli etnis Rohingya sebagai “orang Bengali”, kelompok etnis utama di Bangladesh, serta pengakuan Myanmar yang hanya menganggap sebagian dari komunitas tersebut memenuhi syarat untuk kemungkinan repatriasi.

img_title Sukses Sebagai Super Sub, Ternyata Ini Rahasia Penampilan Keren Egy Maulana Vikri di FIFA ASEAN Cup

Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam sebuah pernyataan, dengan menegaskan bahwa "satu-satunya solusi berkelanjutan bagi krisis ini terletak pada repatriasi warga Rohingya ke Rakhine yang aman, bermartabat, dan sukarela."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih dari 1,2 juta warga Rohingya telah mengungsi di distrik Cox's Bazar, wilayah tenggara Bangladesh, sejak Agustus 2017 - saat ratusan ribu orang melarikan diri dari tindakan keras militer yang brutal di Myanmar - menurut data terbaru badan pengungsi PBB hingga Juli.

img_title Bangladesh Gandeng Operator Pelabuhan Global, Strategi China Kuasai Jalur Laut Terhambat?

Dalam sebuah pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Myanmar menyebut para pengungsi tersebut sebagai "orang Bengali" dan menyatakan telah memverifikasi 308.975 pengungsi sebagai mantan penduduk negara bagian Rakhine.

"Myanmar akan menerima kembali para pengungsi yang telah diverifikasi sebagai mantan penduduk negara bagian Rakhine ketika situasi keamanan di negara bagian Rakhine menjadi lebih stabil," menurut pernyataan pemerintah junta Myanmar, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.

img_title Lawan Bangladesh, Timnas Indonesia U15 Ditahan Imbang 1-1

Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyatakan bahwa Md. Toufiq-ur-Rahman, Direktur Jenderal untuk urusan Myanmar, telah bertemu dengan Duta Besar Myanmar U Kyaw Soe Moe di Dhaka menyusul pernyataan tersebut.

Menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri Myanmar, Rahman mengatakan bahwa beberapa poin didasarkan pada statistik yang keliru, termasuk mengenai jumlah pengungsi Rohingya.

Diplomat Bangladesh tersebut juga menegaskan bahwa Rohingya bukanlah "orang Bengali," seraya menyatakan bahwa mereka memiliki identitas etnis sendiri yang sebelumnya diakui oleh otoritas Myanmar hingga baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rahman mengatakan bahwa data mengenai warga Rohingya yang terdaftar dalam sistem PBB mencerminkan jumlah mereka yang sebenarnya, dan dia mendesak Myanmar untuk mempercepat proses verifikasi berdasarkan instrumen bilateral yang telah disepakati.

Ia juga meminta Myanmar untuk mempertimbangkan anak-anak yang lahir di kamp pengungsian serta pendatang baru yang terpaksa melarikan diri dari negara bagian Rakhine setelah 2017. Duta Besar Moe meyakinkan pihak Bangladesh bahwa dia akan menyampaikan kekhawatiran Dhaka tersebut kepada otoritas Myanmar.

Momen Timnas Indonesia vs Bangladesh di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

Dicuekin FIFA, FAM Kembali Desak Penjelasan soal Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FAM terus mendesak FIFA untuk memberikan penjelasan resmi terkait kontroversi keputusan tambahan waktu pada laga Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut