Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Ilustrasi militer Iran.
Sumber :
  • VIVA/Davro

Jakarta, VIVA – Iran mengubah doktrin militernya dari sikap bertahan menjadi siap menyerang setelah menghadapi konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, kata juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia.

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

"Sebelumnya doktrin militer negara kami bersifat defensif, tetapi dalam dua perang ini (dengan AS dan Israel), kami menyaksikan perubahan doktrin militer dari defensif menjadi ofensif," kata Akraminia seperti dikutip kantor berita IRNA, Sabtu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, doktrin ofensif baru tersebut tidak hanya mencakup operasi pencegahan, tetapi juga respons segera dan berskala besar terhadap setiap agresi yang dilakukan musuh.

img_title Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

Pada malam 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Sejak itu, pasukan AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

img_title Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan AS di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga AS menghentikan intervensinya di kawasan tersebut.

Sehari kemudian, Trump mengatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz dan kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Kamis, Trump mengatakan Teheran telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington sehingga AS meluncurkan operasi ekonomi berskala besar terhadap Republik Islam tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut operasi itu sebagai upaya mengalihkan perhatian dari krisis yang dihadapi AS sendiri dan justru akan membawa Washington pada kekalahan yang lebih besar. (Ant)

Pemain Timnas Indonesia Mitchell Baker.

Makin Ganas di Amerika, Mitchell Baker Cetak Dua Gol untuk Georgetown University

Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker, menunjukkan ketajamannya bersama Georgetown University. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak dua gol saat membawa timnya menang

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut