Trump Peringatkan Xi Jinping agar Tak Bantu Iran, Apa Respons China?
- White House
VIVA –Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Presiden China Xi Jinping agar tidak memberikan dukungan kepada Iran saat pertemuan mereka di Washington pekan ini. Menurut Duta Besar AS untuk China, Washington kemudian menerima jaminan dari Beijing bahwa China tidak akan melakukan hal tersebut.
Peringatan itu disampaikan di tengah laporan bahwa China telah memasok Iran dengan peluncur rudal pertahanan udara yang dapat dioperasikan dari bahu. Selain itu, Tehran disebut menemukan cara untuk menghindari sanksi terhadap penjualan minyaknya dengan bantuan China.
Dalam wawancara dengan CNBC, Duta Besar AS untuk China David Perdue, mengatakan bahwa Trump kembali menegaskan kepada Xi bahwa dukungan langsung maupun tidak langsung terhadap Iran sama sekali tidak dapat diterima.Â
Ketika ditanya secara terpisah oleh Fox News apakah hal itu berarti China akan menghentikan bantuannya kepada Iran, Perdue mengatakan bahwa AS telah menerima jaminan dari Beijing pada Kamis.
"Kami sudah melihat adanya pergerakan terkait hal itu. Itulah komitmen yang diberikan. Mereka meyakinkan kami kemarin bahwa mereka tidak melakukan hal tersebut," kata Perdue dalam program "America's Newsroom" di Fox News dikutip dari laman Reuters, Sabtu 26 September 2026.
Pada Jumat, Trump mengakui bahwa dirinya dan Xi membahas perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Namun, Trump tidak memberikan perincian mengenai pembicaraan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah anggota parlemen AS mendesak Trump untuk menekan Xi terkait laporan mengenai bantuan China kepada Iran. Mereka khawatir sejumlah entitas China telah memberikan bantuan dalam menentukan sasaran yang kemudian menyebabkan jatuhnya korban dari pihak AS dalam konflik tersebut.
Namun, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Jumat bahwa pejabat China telah meyakinkan Iran bahwa China tidak akan membatasi hubungan ekonomi, politik, maupun militernya dengan Tehran meskipun mendapat tekanan dari Trump.
Reuters pada Juli lalu melaporkan bahwa Iran diperkirakan menerima pengiriman pertama dari total hingga 400 peluncur rudal pertahanan udara buatan China yang dapat dioperasikan dari bahu dalam beberapa pekan.