Diserang dan Disanksi, Iran Tak Lagi Percaya Berunding dengan AS

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB
Sumber :
  • Reuters/Mike Segar

Jakarta, VIVA – Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran sudah tidak lagi percaya dengan proses perundingan dengan Amerika Serikat (AS) menyusul serangan dan sanksi Washington terhadap Teheran.

img_title Mitchell Baker Terpilih di MLS SuperDraft, Bintang Timnas Indonesia Bidik Karier Profesional

"Kami tidak mempercayai pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dengan mereka akan dicapai," kata Presiden Pezeshkian kepada Al Jazeera dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat yang sama, Teheran menyampaikan pesan kepada Washington melalui mediator, Qatar dan Pakistan, dan yang terpenting mengharapkan pihak Amerika memperjelas posisi mereka terkait nota kesepahaman (MoU) yang telah dicapai sebelumnya, katanya.

img_title Makin Ganas di Amerika, Mitchell Baker Cetak Dua Gol untuk Georgetown University

Pezeshkian lebih lanjut mengatakan dirinya tidak melihat adanya kebutuhan untuk bertemu Presiden Donald Trump selama pihak AS belum memenuhi kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

Konflik AS-Iran pecah setelah Washington bersama Israel secara sepihak menyerang sejumlah tempat di Iran pada 28 Februari lalu. Agresi militer AS dan Israel itu memicu serangan balasan dari Iran.

img_title Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

Setelah saling serang berjalan beberapa bulan, pada pertengahan Juni, Iran dan AS sepakat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan.

Kendati sudah ada nota kesepahaman itu, konflik bersenjata kedua negara kembali berkobar dan hingga kini belum terselesaikan. (Ant)

Ilustrasi Selat Hormuz.

Iran Tegaskan Selat Hormuz dalam Kendalinya, Kapal Asing Terancam Rusak jika Langgar Aturan

Iran menegaskan kendali atas Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Ali Abdollahi memperingatkan soal kapal yang melanggar aturan pelayaran Iran.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut