Serangan Houthi Bikin Arab Saudi Khawatir, Kenapa?
- REUTERS
Riyadh, VIVA – Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan kelompok pemberontak Yaman, Houthi selama sepekan terakhir ke Arab Saudi berdampak serius. Sebagaimana diketahui setidaknya 14 orang dilaporkan tewas menyusul serangan yang dilancarkan ke Bandara Internasional King Khalid pada akhir pekan kemarin.Â
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman bahkan mengakui bahwa serangan terhadap bandara selama sepekena terakhir telah menguji ketahanan negaranya.
"Peristiwa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sangat serius," kata dia dalam sebuah acara konferensi energi di Arab Saudi baru-baru ini dikutip dari laman Al Jazeerah.Â
Pangeran Abdul Aziz bin Salman juga menegaskan negaranya berjanji akan memberikan respon serius pasca serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Houthi.Â
"Respons kami harus sama seriusnya," kata dia.
Serangan Houthi terhadap Arab Saudi selama beberapa pekan ini disebut-sebut mengkhawatirkan Arab Saudi, mengapa? Andreas Krieg dari perusahaan analisis risiko MENA Analytica yang berbasis di London mengatakan bahwaÂ
Bandara Internasional King Khalid memiliki arti sangat penting bagi Arab Saudi karena menjadi bagian utama dari program Visi Saudi 2030 yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Program tersebut bertujuan menjadikan Riyadh sebagai pusat utama pariwisata, perusahaan multinasional, dan penyelenggaraan berbagai acara internasional.
"Kelompok Houthi memahami hal itu," ujarnya dikutip dari laman NDTV, Rabu (14/10/2026).Â
Krieg memperingatkan bahwa gangguan terhadap operasional bandara Riyadh mungkin tidak secara langsung melemahkan kekuatan militer Arab Saudi. Namun, serangan berulang dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan dampak psikologis yang jauh lebih besar daripada kerusakan fisik yang ditimbulkan.
Serangan terhadap bandara pada Sabtu menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi sejak peristiwa bom bunuh diri pada 2015. Serangan tersebut juga terjadi menjelang rangkaian acara besar di bidang konvensi dan hiburan yang digelar negara itu. Salah satunya adalah Kongres Energi WPC yang dibuka di Riyadh pada Minggu.
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi sesekali memberikan informasi kepada masyarakat melalui pesan singkat mengenai potensi serangan yang akan terjadi. Namun, peringatan tersebut belakangan tidak lagi disampaikan sehingga membuat banyak warga merasa khawatir.