Gadi Eisenkot Klaim Menang Mutlak, Siap Gantikan Netanyahu
- AFP
Perebutan kursi penentu pembentukan pemerintahan
JTA, kantor berita nirlaba yang meliput komunitas Yahudi dan Israel, melaporkan bahwa blok Eisenkot yang terdiri dari Yashar, B’Yachad, Demokrat, dan Yisrael Beytenu diproyeksikan menguasai 53 kursi.
Jika ditambah dengan Ra’am, blok tersebut hanya akan mengantongi 60 kursi, atau satu kursi di bawah ambang mayoritas.
Sementara itu, The Jerusalem Post menyebut hasil exit poll membuka kemungkinan terbentuknya pemerintahan minoritas. Pemerintahan semacam ini dapat memperoleh persetujuan melalui pemungutan suara kepercayaan di parlemen meski tidak memiliki 61 kursi. Namun, penolakan sebagian pihak dalam blok oposisi terhadap ketergantungan pada partai-partai Arab dapat mempersulit pembentukan pemerintahan tersebut.
Bloomberg melaporkan bahwa hasil exit poll pemilu Israel menunjukkan blok Eisenkot memiliki keunggulan atas koalisi Netanyahu. Mantan Duta Besar Israel Michael Oren menilai kemenangan tipis mungkin terjadi, tetapi ia mengingatkan bahwa perkiraan tersebut masih tentatif karena penghitungan suara terus berlangsung.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Hasil exit poll tidak selalu sama dengan hasil akhir pemilu pada pemilihan-pemilihan sebelumnya. Maka dari itu, penghitungan suara masih berlanjut sepanjang malam.
Hasil resmi pemilu dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 4 November.
Setelah itu, Presiden Israel Isaac Herzog, yang juga dikenal dengan julukan Buji, akan menunjuk salah satu anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan.
Negosiasi pembentukan koalisi dapat berlangsung selama beberapa pekan. Jika kebuntuan politik berlarut-larut, Israel berpotensi kembali menggelar pemilu.