AS Jamin Kaum Homoseks Berdinas Militer

Barack Obama saat menyambangi kamp pasukan AS di Bagram, Afganistan
Barack Obama saat menyambangi kamp pasukan AS di Bagram, Afganistan
Sumber :
  • AP Photo/Charles Dharapak

VIVAnews - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya menjamin kaum homoseks - baik gay atau lesbian - untuk berdinas militer. Dengan demikian, mereka tidak perlu lagi menyembunyikan identitas sebenarnya, seperti yang selama ini terjadi.

Jaminan itu dibakukan dalam undang-undang baru, yang ditandatangani Presiden Barack Obama di Washington DC, Rabu malam waktu setempat (Kamis pagi WIB). "Kita adalah suatu bangsa yang menerima dengan baik pengabdian setiap patriot, bangsa yang percaya bahwa semua pria dan wanita diciptakan setara," kata Obama, seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Dengan demikian, setelah mendapat dukungan dari Kongres, pemerintah AS mencabut larangan bagi kaum homoseks bergabung di kemiliteran, yang telah diterapkan selama 17 tahun. Larangan itu dikenal sebutan sebutan populer, "Jangan tanya, dan jangan bilang."

Sejak diterapkan 1993, kebijakan diskriminatif itu telah membuat lebih dari 13.500 personil militer didepak dari kesatuan. Namun, dengan pencabutan larangan itu, Obama minta mereka yang sebelumnya terusir bisa mendaftar kembali ke kemiliteran tanpa harus takut mengakui perbedaan orientasi seks mereka.

"Saya harap, mereka yang dikeluarkan akibat kebijakan diskriminatif itu akan kembali mendaftar begitu pencabutan larangan diterapkan," kata Obama.
 
"Saya berkata kepada semua warga Amerika - baik itu gay maupun yang biasa, yang ingin membela negara dengan seragam militer - negeri ini membutuhkan kalian, dan kita akan merasa terhormat untuk menyambut kalian masuk dalam jajaran militer terbaik yang diakui dunia," lanjut Obama. 

Pencabutan larangan berdinas militer bagi kaum homoseks ini merupakan salah satu dari janji kampanye Obama semasa pemilihan umum presiden 2008.

Kalangan aktivis homoses menyambut baik kebijakan baru ini. "Kita siap, Pak Presiden. Daftarkan kami sekarang!" sahut salah satu dari mereka saat menyaksikan Obama menandatangani undang-undang baru itu.