VIDEO: Profil Osama bin Laden

Osama bin Laden Tewas [GALLERY]
Sumber :
  • AP Photo/Rahimullah Yousafzai

VIVAnews - Osama bin Laden terlahir dengan nama Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin pada 10 Maret 1957 di Jeddah, Arab Saudi. Petinggi Al-Qaeda ini merupakan anak dari pasangan pengusaha kaya Arab Saudi, Muhammad bin Awad bin Ladin dengan istri kesepuluhnya, Hamida Al Attas.

img_title Pasukan Afghanistan-Pakistan Baku Tembak di Perbatasan Garis Durand

Sewaktu remaja, Osama dikabarkan telah bergabung dengan sejumlah gerakan fundamentalisme Islam. Kemudian, Osama sempat pula bergabung dengan kepolisian yang bertugas menegakkan syariah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awal perkenalannya dengan dunia jihad adalah saat berkuliah di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah. Osama sangat terinspirasi dengan salah satu pengajarnya, Abdullah Azzam, yang merupakan tokoh Mujahidin dalam perjuangan mengusir Soviet dari Afghanistan.

img_title Lima Bandara di Arab Saudi Telah Jadi Sasaran Serangan Milisi Houthi, Korban Tewas 19 Orang, 364 Orang Terluka

Osama pun kemudian mulai membangun jaringannya saat bergabung dengan milisi Mujahidin pada 1979. Saat itu, Osama berperan dalam mengumpulkan dana untuk Mujahidin, memanfaatkan relasi keluarganya.

Usai Soviet mundur dari Afghanistan, Osama kemudian pulang ke Arab Saudi. Di sana, dia bergabung dengan kelompok penentang Raja Fahd. 

img_title Kemenhub Ungkap Kondisi Penerbangan Indonesia-Arab Saudi di Tengah Insiden Riyadh

Tak ayal, ini menyebabkan Pemerintah Arab Saudi mencabut hak kewarganegaraannya pada 1994. Sejumlah aset Osama di Arab Saudi pun ikut dibekukan.

Karena itulah, kiprah Osama pun kembali banyak dilakukan di Arab Saudi, terutama di sekitar Pakistan dan Afghanistan. Osama kemudian mengumpulkan 'alumni' Mujahidin dan mendirikan Al-Qaeda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelak, organisasi yang didirikan ini yang menjadikannya target dan buruan nomor satu Amerika Serikat. Karena sejumlah aksi Al-Qaeda memang ditujukan dengan menyerang fasilitas milik Amerika Serikat.

Osama dianggap menjadi 'otak' sejumlah aksi teror. Mulai serangan terhadap sejumlah Kedutaan Besar AS, serangan terhadap kapal perang USS Cole, hingga peristiwa 11 September 2001. (art)

Ilustrasi kapal di Selat Hormuz

Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

Target serangan baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diungkap jika perang berlanjut yakni kabel-kabel internet bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut