RI Minta 3 WNI Ditahan di Penjara Anak Aussie

Michael Tene
Michael Tene
Sumber :
  • VIVAnews / Dokumentasi Kementrian Luar Negeri RI

VIVAnews - Pemerintah Indonesia melalui kedutaan besarnya di Australia terus mengawal kasus yang menimpa tiga WNI yang diyakini di bawah umur. Selama proses pengadilan, Indonesia berharap agar ketiga WNI tersebut ditahan di tahanan anak, bukan di tahanan dewasa.

Demikian ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Michael Tene, kepada VIVAnews. Dia mengatakan pengacara yang ditugaskan KBRI di Australia telah mendapatkan dokumen-dokumen kependudukan, salah satunya adalah akte kelahiran.

"Namun, masih perlu dibuktikan secara medis bahwa ketiga orang ini memang di bawah umur," jelas Tene.

Tene mengatakan  melalui perwakilannya di Australia, pemerintah Indonesia telah menyampaikan beberapa pesan kepada pengadilan kasus ini. Pertama,  agar proses identifikasi usia dan pengadilan mereka dapat dipercepat.

"Dari kasus yang sudah-sudah prosesnya sangat lama," kata Tene. Dia mencontohkan ditangkapnya ketiga orang ini pada April tahun lalu, namun baru diproses di pengadilan pada Januari tahun ini.

Pesan kedua dari pemerintah Indonesia adalah agar para terdakwa ditahan di tahanan anak-anak. Selama ini, mereka ditahan di tahanan dewasa, Arthur Gorrie Remand and Reception Centre di Brisbane. Di sini mereka dicampur dengan para penjahat kawakan yang usianya jauh melampaui mereka.

"Kami meminta selama proses pengadilan, mereka ditahan di pengadilan anak-anak," ujar Tene.

Jika terbukti di bawah umur, Tene menjelaskan, menurut hukum Australia mereka akan segera dideportasi ke Indonesia. Indonesia akan berupaya maksimal untuk memastikan kelangsungan hidup warga negaranya di luar negeri.

"Kita tetap memperjuangkan mereka, tidak ada alasan bagi kita meragukan usia mereka," tegas Tene.

Indonesia dilaporkan akan melakukan kerja sama dengan Australia untuk analisa usia. Hasil analisa Australia nantinya akan dikirimkan ke Indonesia untuk diperiksa ulang oleh dokter dari dalam negeri. (umi)