Bom Tewaskan Burhanuddin Rabbani

Marsudi Suhud,Burhanuddin Rabbani dan Wahidillah Saba'un
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVAnews - Burhanuddin Rabbani, ketua dewan perdamaian Afganistan, terbunuh dalam sebuah serangan bom di kediamannya di Kabul, Selasa 20 September 2011.

img_title Milenial Sudah Jenuh Jadi Karyawan? Ini 7 Bisnis yang Bisa Dimulai Tanpa Harus Langsung Resign

Menurut seorang pejabat dalam pemerintahan kepada situs BBC, Rabbani tewas ketika melakukan sebuah pertemuan dengan dua anggota Taliban di rumahnya. Namun belum bisa dipastikan apakah dua orang tamunya itu juga turut terlibat dalam penyerangan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan yang belum dikonfirmasi, Rabbani kemungkinan tewas terbunuh oleh pelaku aksi bom bunuh diri. 

img_title Bung Kus Ungkap 4 Kandidat Juara Super League 2026/2027, Ada Tim yang Bisa Jadi Kuda Hitam

Rabbani adalah politisi di Afganistan, yang juga sempat menjadi presiden di negara itu. Ia diturunkan dari jabatannya sebagai presiden, oleh Taliban, pada 1996.

Setelah itu, Rabbani menjadi pemimpin pasukan aliansi utara yang anti-Taliban, yang kebanyakan beranggotakan kelompok etnik non Pashtun.

img_title Menteri Ara Bicara Wacana Konsep Hunian di Atas Sungai

Saat Taliban berhasil diusir kembali dari Kabul dengan dukungan pasukan AS, Rabbani masih menjadi presiden resmi Afganistan.

Kemudian, ketika Hamid Karzai terpilih sebagai presiden, Rabbani menjabat sebagai Ketua Dewan Perdamaian, yang bertugas untuk melakukan negosiasi dengan Taliban. Awal ketika dibentuk, dewan ini disebut-sebut oleh Presiden Hamid Karzai sebagai harapan tertinggi rakyat Afgan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, banyak di antara anggota dewan ini yang sebelumnya adalah para tuan tanah yang bertahun-tahun melakukan perlawanan terhadap bersenjata Taliban. Hal ini membuat kemampuan mereka untuk menjalankan misi perdamaian diragukan. 

Rabbani sendiri sempat hadir dalam peringatan milad ke-85 Nahdlatul Ulama. Dalam kesempatan itu ia berbicara tentang masa depan perdamaian di Afganistan. Wawancara lengkap Rabbani dapat dibaca di sini.(np)

Pengendara mobil membayar parkir di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat

Usulan Tarif Parkir Rp60 Ribu Bikin Geger, Kadishub DKI Minta Maaf

Kadishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan permohonan maaf atas usulan kenaikan tarif parkir di Jakarta mencapai Rp60.000 per jam untuk kendaraan roda empat.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut