Detik-detik Tewasnya Muammar Khadafi

Pemimpin Libya Moammar Khadafi
Pemimpin Libya Moammar Khadafi
Sumber :
  • REUTERS/ Alessandro Bianchi

VIVAnews - Spekulasi yang menyatakan Muammar Khadafi lari keluar negeri, terbukti omong kosong. Mantan penguasa Libya itu membuktikan ucapannya: tak akan menyerah dan memilih mati di tanah airnya sendiri.

Penyerbuan tentara Transisi Nasional Libya (NTC) yang didukung NATO di kota kelahirannya, Sirte, mengakhiri hidup Khadafi. Rekaman video dan keterangan saksi mata mengungkap kisah dramatis akhir hidup sang Singa Afrika.

Berikut tiga bagian kronologi tewasnya Khadafi:

Serangan udara

Sesaat sebelum salat subuh, Kamis 20 Oktober 2011 waktu Libya, Khadafi dikelilingi beberapa lusin pengawal setianya, termasuk komandan angkatan bersenjatanya, Abu Bakar Jabr Younus, pergi ke luar Sirte.

Khadafi menuju wilayah barat. Dia dikawal konvoi 15 truk bersenjata. Namun, ia tak sampai pergi jauh. NATO mengatakan, salah satu pesawatnya memergoki dan menyerang konvoi itu sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Gerald Longuet, Menteri Pertahanan Prancis, belakangan mengkonfirmasi, serangan udara yang menyebabkan 15 truk hancur lebur dan menewaskan 50 pengikut loyal Khadafi itu dilakukan oleh angkatan udara Prancis.

Namun, serangan tersebut tak menewaskan Khadafi. Bersama segelintir anak buahnya, ia menyelamatkan diri dan terlihat berlari di antara pepohonan menuju jalan utama. Khadafi lalu bersembunyi di dua pipa drainase besar.

Penangkapan Khadafi

Khadafi dan para pengawalnya mencoba melarikan diri dari kejaran tentara NTC. Namun, mereka berhasil dipergoki.

"Salah satu orang Khadafi keluar dari persembunyian sambil melambaikan senapannya dan berteriak menyerah. Namun, saat ia melihat wajahku, ia justru melepaskan tembakan," kata salah satu tentara NTC, Saleem Baker, kepada Reuters.

Diduga, Khadafi meminta mereka berhenti menembak. "Tuan saya di sini, tuan saya ada di sini. Muammar Khadafi ada di sini dan dia terluka," kata Bakeer menirukan ucapan seorang anak buah Khadafi.

Tentara NTC lalu masuk ke dalam pipa dan menyeret Khadafi keluar. Khadafi yang terluka hanya berkata lirih, "Ada apa? Ada apa? Apa yang terjadi?" Tentara NTC lalu membawa Khadafi ke mobil.

Saat tertangkap, kaki Khadafi tertembak, juga punggungnya. Menurut versi Bakeer dan tentara lain, penguasa Libya berusia 42 tahun itu tertembak oleh orangnya sendiri. "Salah satu pengawal Khadafi menembaknya di dada," kata Omran Jouma Shawan.

Video amatir yang diunggah ke YouTube menguatkan keterangan bahwa Khadafi ditangkap hidup-hidup. Dalam video, Khadafi yang berdarah-darah dan limbung dipapah dua tentara NTC. Sementara itu, tentara pemberontak lainnya berusaha memegang dia sambil berteriak, "Allahu Akbar". Semua pengawal Khadafi tewas.

Saat terakhir Khadafi

Setelah ditangkap, Khadafi ditempatkan di mobil yang lalu melaju ke Kota Misrata. Para saksi mata mengatakan, ia meninggal akibat luka-lukanya itu.

Meski demikian, Perdana Menteri Libya sementara, Mahmoud Jibril, dalam konperensi pers mengatakan luka Khadafi tidak parah saat dibaringkan di dalam mobil. Namun, ia tewas terbunuh saat baku tembak kembali pecah.

"Khadafi dibawa dari pipa drainase, ia tidak melawan. Saat itu ia telah tertembak di bagian lengan kanan. Tak ada luka lain di tubuhnya."

Saat mobil bergerak, ia terjebak dalam baku tembak antara tentara revolusioner dan loyalis Khadafi dan tertembak di bagian kepala. "Dokter forensik tak bisa mengungkap, apakah peluru berasal dari tentara revolusioner atau tentara Khadafi."

Jibril mengatakan, Khadafi tewas beberapa menit sebelum mencapai rumah sakit.

Video amatir lain yang diduga diambil seorang pejuang NTC menunjukkan tubuh Khadafi yang sudah tak bernyawa diseret dan dibaringkan di lantai. Para pejuang kelompok pemberontak yang melihatnya, bersorak-sorai.

Mayatnya kemudian dimuat ke truk dan dibawa ke sebuah lokasi yang dirahasiakan. "Kami membawa tubuh Khadafi ke tempat rahasia demi alasan keamanan," kata Mohamed Abdel Kafi, seorang pejabat NTC di kota Misrata. (Sumber: Al Jazeera | kd)