Minggu Berdarah di Kuil Sikh, Obama Bersedih

Penembakan di kuil Sikh Wisconsin
Penembakan di kuil Sikh Wisconsin
Sumber :
  • REUTERS/ Allen Fredrickson

VIVAnews - Seorang pria tiba-tiba menyeruak masuk ke dapur Kuil Sikh di Winconsin, di pinggiran kota Milwaukee, AS, pada pukul 10.30, Minggu 5 Agustus 2012 waktu setempat. Belum hilang keterkejutan para perempuan yang sedang memasak, dia sontak melepas tembakan.

Setidaknya tujuh orang tewas dalam insiden ini. Termasuk, pelaku yang tubuhnya ditembus timah panas polisi. Tiga orang lainnya terluka parah; satu tertembak di bagian perut, satu lagi di kepala, dan lainnya ditembak di leher.

Belum jelas siapa identitas dan senjata apa yang digunakan pelaku. Saksi mata hanya menyebut, ia seorang "berkulit putih".

Minggu berdarah itu tak hanya membuat para pemeluk Sikh dicekam teror, Gedung Putih pun terhenyak mendengar kabar itu. Presiden, Barack Obama menyatakan duka mendalam. Ia menambahkan pemerintahannya akan menyediakan dukungan penuh pada aparat yang melakukan investigasi.

Kepada Obama, penasihat kontraterorisme John Brennan dan Direktur FBI Bob Mueller menjelaskan duduk perkara tragedi itu. Mereka mengatakan situasi di kuil tersebut kini "di bawah kontrol"

"Presiden mengatakan, ia ingin memastikan bahwa kami mencela tindakan kekerasan yang tak masuk akal itu. Kami juga menggarisbawahi, bagaimana negara ini menjadi makin kaya dengan keberadaan komunitas Sikh," demikian pernyataan yang dirilis Gedung Putih.

Sementara itu, Kedutaan India di Washington mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Dewan Keamanan Nasional tentang penembakan itu. Diplomat asal India juga telah dikirim ke lokasi kejadian untuk menyampaikan simpati dan duka mendalam.

Penembakan di kuil Sikh membangkitkan trauma masyarakat Amerika Serikat, yang sedang berusaha pulih dari ketakutan akibat penembakan "Joker" maut di Bioskop Century 16 di Aurora, Colorado, Jumat 20 Juli 2012, yang menewaskan 12 orang dan melukai 58 lainnya.

Sering dikira muslim

Sikh adalah agama kelima terbesar di dunia, dengan lebih dari 30 juta pemeluk. Kuil di Oak Creek, lokasi penembakan maut, didirikan pada Oktober 1997 dan memiliki jemaat 350 sampai 400 orang. Di AS, diperkirakan ada 500 ribu pemeluk Sikh.

Sejak tragedi penyerangan 11 September 2001, penampilan orang Sikh, terutama laki-laki yang bersurban dan berjanggut, sering disalahartikan sebagai muslim. Padahal, Sikh bukan Islam. Buntutnya, orang Sikh kerap jadi sasaran balas dendam dan antipati di Amerika.

Pada September 2001, orang Sikh pemilik stasiun pengisian bahan bakar di Mesa, Arizona, ditembak mati seorang pria yang mengaku sedang melancarkan balas dendam kepada kelompok muslim yang telah membajak pesawat dan menabrakkannya ke menara World Trade Centre. Tak cuma itu, para pemeluk Sikh juga menjadi sasaran perampokan dan vandalisme.