Pelacur India Diajar Membedakan Uang Palsu
Selasa, 8 Oktober 2013 - 11:05 WIB
Sumber :
- myfunmails.com
VIVAnews -
Para pekerja seks di India diajari bagaimana cara membedakan uang palsu dan asli. Pasalnya, mereka kerap menerima uang palsu saat bersama "pelanggan" di ruangan dengan cahaya remang-remang.
Diberitakan
News.com.au, 8 Oktober 2013, pelacuran dianggap ilegal di India, itulah sebabnya banyak pelacur yang menerima uang palsu tidak berani melaporkannya ke polisi. Organisasi pelindung wanita India Committee for Indomitable Women akhirnya turun ke lapangan untuk memberikan pendidikan soal uang palsu ini.
Target utama penyuluhan adalah para pelacur di lokalisasi Sonagazhi, Kolkata. Di tempat ini, terdapat 8.000 pekerja seks ilegal.
"Kebanyakan mereka hanya tahu telah dibohongi setelah menabung uangnya di bank. Kami melatih para pekerja seks untuk menggunakan mesin ultra violet, melihat perbedaan antara yang asli dan palsu," kata Smarajit Jena, penasihat utama organisasi ini.
Program pengenalan uang palsu ini diadakan bertepatan dengan dimulainya festival Puja Durga. Festival yang akan berlangsung selama sebulan mulai 8 Oktober ini adalah saat-saat para pelacur menangguk keuntungan banyak.
Beberapa orang PSK mengaku ada beberapa pelanggan yang membayar dengan uang palsu. Tindakan ini biasanya dilakukan pelanggan baru, bukan langganan.
"Mereka memanfaatkan lampu yang remang-remang di kamar kami, lalu menyelipkan uang palsu," kata salah satu PSK, Swapna Mondal, 30.
Uang palsu menjadi masalah besar di India. Menurut polisi senior di kota tersebut, Sumanjit Ray, tahun lalu tersebar 521.155 uang palsu bernilai lebih dari 21 juta rupee yang disita aparat. (umi)
Diberitakan
Baca Juga
Target utama penyuluhan adalah para pelacur di lokalisasi Sonagazhi, Kolkata. Di tempat ini, terdapat 8.000 pekerja seks ilegal.
"Kebanyakan mereka hanya tahu telah dibohongi setelah menabung uangnya di bank. Kami melatih para pekerja seks untuk menggunakan mesin ultra violet, melihat perbedaan antara yang asli dan palsu," kata Smarajit Jena, penasihat utama organisasi ini.
Program pengenalan uang palsu ini diadakan bertepatan dengan dimulainya festival Puja Durga. Festival yang akan berlangsung selama sebulan mulai 8 Oktober ini adalah saat-saat para pelacur menangguk keuntungan banyak.
Beberapa orang PSK mengaku ada beberapa pelanggan yang membayar dengan uang palsu. Tindakan ini biasanya dilakukan pelanggan baru, bukan langganan.
"Mereka memanfaatkan lampu yang remang-remang di kamar kami, lalu menyelipkan uang palsu," kata salah satu PSK, Swapna Mondal, 30.
Uang palsu menjadi masalah besar di India. Menurut polisi senior di kota tersebut, Sumanjit Ray, tahun lalu tersebar 521.155 uang palsu bernilai lebih dari 21 juta rupee yang disita aparat. (umi)
Update Harga Hp Realme, Poco, dan Infinix Oktober 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Jajaran Performa Tinggi
Memasuki Oktober 2026, pilihan smartphone dari Hp realme, Poco, dan Infinix semakin beragam. Ketiga merek tersebut menawarkan perangkat mulai dari kelas Rp1 jutaan.
VIVA.co.id
4 Oktober 2026