Tiba di Vietnam, Keganasan Topan Haiyan Berkurang

badai Haiyan landa FIlipina
badai Haiyan landa FIlipina
Sumber :
  • REUTERS/NOAA

VIVAnews - Vietnam berhasil melewati ujian keganasan Topan monster Haiyan pada Senin kemarin, 11 November 2013.

Tiba di Provinsi Quang Ninh sekitar pukul 05.00 waktu setempat, jumlah korban jiwa dan kerusakan yang diakibatkan sangat jauh bila dibandingkan dengan yang terjadi di negara tetangganya, Filipina. [Baca selengkapnya di sini]

Laman ABC News, melansir pernyataan pejabat berwenang Vietnam yang menyebut akibat Topan Haiyan, 13 orang tewas dan 81 orang lainnya terluka.

Menurut laporan BBC, salah satu korban tewas merupakan seorang jurnalis yang meninggal saat dalam perjalanan untuk bekerja meliput bencana Topan Haiyan.

Media Pemerintah Vietnam menyebut mereka tewas saat dalam tahap persiapan mencegah kerusakan masif akibat Topan Haiyan.

Kekuatan Topan Haiyan ketika mencapai Vietnam memang sudah tidak sebesar saat menyambangi Filipina. Tiba di Vietnam, Topan Haiyan sudah masuk kategori Badai Tropis Parah dengan kecepatan 157 kilometer per jam.

Sementara itu, saat masih berada di Filipina, kecepatan Topan Haiyan mencapai 315 kilometer per jam dan masuk kategori lima. Walau begitu, Pemerintah Vietnam tetap tidak ingin kecolongan.

Sebelum topan tersebut menyambangi Vietnam, pemerintah telah mengungsikan ratusan ribu warga. Hampir sekitar 900 ribu warga yang berada di wilayah berisiko, langsung diungsikan.

Namun, menurut media Vietnam, mereka semua kini telah diizinkan kembali ke rumahnya masing-masing.

Daerah yang terparah terkena amukan Haiyan berada di kota-kota pesisir dan tempat wisata yang populer di Vietnam. Saat topan itu melanda, Ibu Kota Hanoi diguyur hujan deras dan beberapa rumah di bagian utara provinsi rusak akibat embusan angin yang kencang.

"Ratusan genteng rumah beterbangan. Ribuan pohon di daerah itu tercerabut," papar seorang pejabat penanggulangan bencana, Nguyen Cong Thuan.

Kesaksian lain warga menyebut, rumahnya yang berada di bagian utara Pelabuhan Hai Phong sempat bergoyang saat Topan Haiyan menghantam daerah tersebut.

"Badai Haiyan sangat besar. Saya tidak dapat berpikir ada badai sebesar ini dibandingkan beberapa tahun belakangan. Saya merasa rumah saya bergoyang semalam," ujar Nguyen Hung Nam.

Menurut Nam, minimnya korban jiwa, karena persiapan yang cukup baik dari pemerintah. "Sehingga, kerusakan yang diakibatkan topan itu tidak terlalu parah," imbuhnya.

Kenyataan itu turut membuat lega Kepala Komunikasi badan PBB di Vietnam, Susan Mackay. Sebab, kekuatan topan tidak seperti yang selama ini ditakutkan.

"Kami saat ini masih melakukan peninjauan terhadap kerusakan yang diakibatkan Topan Haiyan, karena komunikasi dalam keadaan buruk. Namun, laporan awal yang saya dengar dari media lokal, gelombang badai tidak seburuk seperti yang ditakutkan," ungkap Mackay.

Memang, ada laporan soal kerusakan yang dialami gedung, genteng rumah yang beterbangan dan banyak pohon tumbang. Namun, itu merupakan kerusakan biasa yang terjadi di badai tropis.

"Vietnam merupakan sebuah negara yang sudah terbiasa menghadapi badai dan topan. Ini merupakan badai ke-14 yang melanda Vietnam," ucapnya.

Dia turut memuji kesigapan Pemerintah Vietnam dalam menghadapi Topan Haiyan, lantaran Perdana Menteri Nguyen Tan Dung, telah mengaktifkan kapasitas militer dan sipil.

"Vietnam adalah negara yang memiliki daya tahan tinggi dan sangat siap," kata dia.

Bergerak ke China
Kini, Topan Haiyan mulai bergerak ke Negeri Tirai Bambu. Haiyan diperkirakan telah tiba di China pada Senin malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Kekuatan topan menjadi setara dengan badai tropis.

Enam orang dilaporkan tewas saat Haiyan melanda bagian selatan tepi pantai China. Menurut harian lokal China, tiga pejalan kaki tewas tertimpa dinding atau papan iklan di bagian selatan Provinsi Hainan.

Satu orang tenggelam di daerah Guangxi Zhuang. Sementara itu, dua pelaut ditemukan tak bernyawa usai kapal kargo yang mereka tumpangi terombang-ambing saat badai mulai memasuki China.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, kini tim penyelamat tengah mencari lima anggota kru yang masih hilang di laut. Sebanyak 600 rumah dilaporkan hancur dan 51 lainnya kolaps akibat terbawa kuatnya angin.

Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar, Kementerian Urusan Publik China mengaku telah mengungsikan 39 ribu warga di daerah Hainan. (art)