Presiden Putin Jamin Keselamatan Kaum Gay di Olimpiade Sochi

Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT APEC di Bali
Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT APEC di Bali
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVAnews - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan bahwa ia tidak memiliki prasangka buruk terhadap kaum gay. Putin menegaskan, kaum gay tidak akan menghadapi diskriminasi di tempat kerja atau dalam kehidupan masyarakat di Rusia.

Jaminan tersebut diucapkannya pada BBC menjelang olimpiade musim dingin di Kota Sochi. Ia meyakinkan bahwa undang-undang yang baru saja disahkannya tidak akan merugikan siapapun.

"Saya sendiri kenal beberapa kaum gay. Kami bersahabat. Saya tidak memiliki prasangka buruk apapun," ujarnya.

Sebelumnya, aktivis hak-hak gay telah mendesak kaum gay untuk memboikot olimpiade musim dingin tersebut. Hal ini dilakukan sejak undang-undang kontroversial itu mengatur denda bagi siapapun yang memberikan informasi tentang pedofilia dan homoseksualitas kepada orang di bawah 18 tahun.

Protes tidak hanya datang dari kaum gay, Presiden Barack Obama pun menanggapi tajam undang-undang tersebut. Ia justru menunjuk atlet gay untuk mengikuti olimpiade yang berlangsung pada 7 hingga 23 Februari 2014.

Meski begitu, Presiden Putin tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia justru menegaskan bahwa secara pribadi, ia tidak peduli dengan orientasi seksual seseorang.

"Saya sangat menghormati anggota komunitas gay di negara ini. Untuk prestasi, pribadi mereka, tanpa memandang orientasi seksualnya," tambahnya.

Cegah Boikot

Untuk itu, ia meyakinkan masyarakat Rusia bahwa tidak akan ada bahaya apapun bagi kaum gay yang berencana datang ke olimpiade. Mereka bebas datang baik sebagai peserta maupun pengunjung.

Pernyataan Putin disetujui oleh salah satu atlet gay asal Amerika, Johnny Weir. Kepada Reuters, Weir mengatakan bahwa memboikot olimpiade Sochi bukanlah hal yang tepat.

Ia berpendapat bahwa masalah yang mempengaruhi kelompok minoritas itu, tidak boleh merusak pengorbanan seumur hidup yang telah dibuat oleh ribuan atlet.

"Saya tidak akan pernah dapat memboikot olimpiade. Entah itu berada Pyongyang, Uganda, Iran atau Mars," tuturnya. (ren)