Obama Serang Balik Netanyahu Soal Nuklir Iran

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Barack Obama
Sumber :
  • REUTERS/Kevin Lamarque/Files
VIVA.co.id
-Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan di Kongres Amerika Serikat (AS), Selasa, 3 Maret 2015, bahwa Presiden Barack Obama melakukan negosiasi kesepakatan yang buruk dengan Iran.

Dilansir dalam laporan Reuters, Rabu, 4 Maret 2015, Obama menyerang balik Netanyahu dengan menyebut bahwa Netanyahu tidak menawarkan sesuatu yang baru pada pidatonya, kecuali pengulangan yang membosankan.

Puluhan senator dari kubu Demokrat memboikot pidato Netanyahu, yang berlangsung selama 39 menit di Kongres AS. Netanyahu mengklaim kesepakatan dengan Iran, akan menjamin negara itu dapat memiliki senjata nuklir.

"Kita akan menghadapi lebih banyak bahaya dari Iran, Timur Tengah dipenuhi dengan bom nuklir dan hitungan mundur untuk mimpi buruk nuklir," ujar Netanyahu, yang mendapat sambutan dari kubu Republik.

Obama mengatakan Netanyahu tidak menawarkan alternatif, selain mengecam negosiasi kesepakatan nuklir Iran yang juga melibatkan lima negara lain, yaitu Inggris, Jerman, Prancis, China dan Rusia.

Iran telah membantah tuduhan berusaha mengembangkan senjata nuklir, menegaskan bahwa program nuklir mereka sepenuhnya untuk keperluan damai, menggantikan ketergantungan energi dari minyak bumi.

Berbagai klaim yang dibuat Netanyahu juga bertolak belakang dengan data intelijen yang diperoleh Mossad. Laporan badan intelijen Israel itu memperlihatkan, bagaimana semua tuduhan dibuat Netanyahu tanpa dasar yang kuat.

Pada perjanjian yang sedang dibahas, terdapat klausa yang mewajibkan Iran untuk menunda aktivitas nuklir yang sensitif setidaknya selama 10 tahun. (ren)

![vivamore="
Baca Juga
:"]

Netanyahu Terancam Tak Bisa Pertahankan Kekuasaan



[/vivamore]
Sejarah Mencatat, Iran Tiga Kali Selamatkan Yahudi
Bendara Israel dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Sekjen PBB Dorong Terorisme, Kata PM Israel Netanyahu

Tak ada pembenaran apa pun dalam urusan teror, kata dia.

img_title
VIVA.co.id
27 Januari 2016