Pembunuh Tiga Pemuda Muslim di AS Bisa Dihukum Mati

Korban penembakan di Chapel Hill, Amerika Serikat
Korban penembakan di Chapel Hill, Amerika Serikat
Sumber :
  • Twitter

VIVA.co.id - Hakim di North Carolina, mengatakan pria yang dituduh membunuh tiga pemuda Muslim pada Februari lalu, dapat menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah untuk pembunuhan.

Dilansir dari Reuters, Selasa 7 April 2015, Craig Hicks (46), didakwa untuk tiga kasus pembunuhan tingkat pertama, untuk penembakan yang terjadi di Chapel Hill pada 10 Februari 2015.

Korban adalah pasangan suami-istri, Deah Shaddy Barakat (23) dan istrinya, Yusor Mohammad Abu-Salha (21) dan adiknya, Razan Mohammad Abu-Salha (19). Ketiganya tercatat sebagai mahasiswa di Universitas North Carolina.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa pembunuhan terjadi karena perselisihan, terkait dengan lahan parkir. Para korban disebut, telah memarkir kendaraannya di lahan parkir khusus milik Hicks.

Namun, keluarga korban menilai pembunuhan yang dilakukan Hicks dilakukan berdasarkan kebencian, karena korbannya adalah Muslim. Otoritas federal telah menyelidiki apakah itu merupakan kejahatan kebencian.

Seorang penghuni kompleks kondominium Finley Forest di Chapel Hill, Michael Nam, mengatakan pernah terlibat perselisihan lahan parkir dengan Hicks pada November 2014.

Ketika itu, dia tetap memarkir mobilnya, walau terdapat dua kerucut oranye dan cat putih bertuliskan 'reserved'. Tidak lama Hicks keluar dari apartemennya sambil membawa senjata.

Keduanya berdebat, Hicks kemudian memperlihatkan peta kompleks kondominium pada Nam, menunjukkan beberapa lokasi parkir. Di kompleks itu, setiap apartemen mendapatkan tempat parkir khusus.

Terdapat juga lokasi parkir bebas yang belum dipesan, di mana semua orang yang tinggal di kompleks itu dapat menggunakannya. Nam pun tidak punya alasan lain, kecuali harus memindahkan mobilnya.

Beberapa penghuni lain mengatakan, tempat parkir kerap menjadi persoalan di kompleks itu. Sudah menjadi hal biasa, jika mereka menemukan tempat parkir khususnya ditempati oleh orang lain.

"Kita semua memiliki tempat parkir khusus. Anda punya hak atas itu," kata Phil Varnadore, seorang warga kompleks lainnya. Dia dapat memaklumi rasa kesal seseorang, yang tempat parkirnya diserobot.

Namun, menurutnya, membunuh bukan solusi. Biasanya, kata Phil, orang dapat memanggil mobil derek sebelum bertindak lebih jauh dengan menembak orang lain. (asp)


![vivamore="Baca Juga :"]



[/vivamore]