Rekayasa Ujian Sekolah, Guru dan Kepsek Dipenjara

Hakim Pengadilan Tinggi AS Jerry Baxter
Sumber :
  • REUTERS
VIVA.co.id
img_title Klasemen Medali Asian Para Games 2026: Indonesia Raih 8 Emas, Target Terlampaui!
- Delapan orang terdiri dari mantan kepala sekolah, guru dan staf sekolah publik di Atlanta, dijatuhi hukuman penjara antara satu hingga tujuh tahun, atas keterlibatan mereka dalam skandal kecurangan pendidikan terbesar di Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Kecam Perseteruan Ruben Onsu-Sarwendah, Komnas PA Ancam Hak Asuh Anak Bisa Dicabut Negara

Dilansir dari laman Al Jazeera, Rabu, 15 April 2015, masa hukuman untuk delapan orang itu dinilai kontras, dengan perlakuan terhadap dua terdakwa lain dalam kasus yang sama, di mana keduanya membuat kesepakatan dengan jaksa.
img_title Zombie Villager di Minecraft Bisa Diselamatkan, Begini Cara Mengubahnya Kembali Menjadi Penduduk Desa


Hakim Pengadilan Tinggi Jerry Baxter, sebelumnya menawarkan kesempatan untuk meminta maaf, untuk memperoleh hukuman yang ringan. Namun delapan orang itu menolak.

Hakim akhirnya menjatuhkan hukuman 20 tahun bagi tiga orang, dengan tujuh tahun di penjara dan sisanya dengan masa percobaan. Sementara lima lainnya mendapat lima tahun penjara.

Dua hanya perlu menjalani dua tahun penjara dan tiga lainnya satu tahun di penjara. Sementara dua orang yang meminta maaf di pengadilan, dalam kesepakatan dengan jaksa penuntut, mendapat hukuman lebih ringan.

Satu orang hanya perlu enam bulan di penjara dan lima tahun percobaan, lainnya sama sekali tidak dipenjara dan lima tahun masa percobaan. Pengacara delapan orang lainnya, Benjamin Davis, menyebut putusan hakim tidak adil.

Satu orangtua siswa, Solomon Emmerson, mengatakan korban dalam kasus itu sebenarnya adalah anak-anak, karena mereka telah memperoleh pendidikan yang salah.

Kecurangan dilakukan dengan menghapus jawaban yang salah, oleh para pelaku yang berada dalam tekanan untuk mencapai target. Hasil ujian disebut menentukan promosi jabatan dan bonus bagi kepala sekolah serta guru.

![vivamore="Baca Juga :"]

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA



[/vivamore]
Akbar, murid SD yang tak mau sekolah

Tak Bisa Nulis, Siswa SD Ini Diusir Gurunya

"Gak mau sekolah, takut sama ibu itu."

img_title
VIVA.co.id
18 November 2015
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut