Wabah Flu Babi di AS

Murid Sekolah Jadi Penerima Pertama Vaksin

VIVAnews - Murid-murid sekolah diprioritaskan menjadi penerima pertama vaksin influenza A (H1N1) atau flu babi di Amerika Serikat (AS). Maka Menteri Kesehatan AS, Kathleen Sebelius, Selasa 16 Juni 2009, meminta pimpinan sekolah selalu siap bila pemerintah bergerak melakukan vaksinasi massal.

"Kalau kita berpikir untuk menyuntikkan vaksin ke anak-anak, sekolah adalah tempat paling logis," kata Sebelius kepada Associated Press.

Hipmi Sebut Capaian Ekonomi Kuartal I Jadi Modal Baik Hadapi Tantangan Global

Belum ada keputusan tentang apa dan bagaimana cara memvaksinasi jutaan warga AS untuk melawan penyebaran virus, yang pekan lalu dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini. Namun, pemerintah AS menggelontorkan dana untuk pengembangan vaksin sebagai langkah antisipatif.

Flu babi belum menunjukkan tanda-tanda mematikan dibanding flu regular yang menyerang tiap musim dingin dan menewaskan 36.000 orang di AS saja. Namun, para ilmuwan khawatir kalau virus A (H1N1) bertransformasi ke bentuk yang lebih berbahaya.

Bahkan dalam bentuknya yang sekarang, menurut WHO, virus ini telah menewaskan lebih dari 160 orang di berbagai negara, dan lebih dari setangah korban tewas itu adalah orang-orang muda dan sehat.

Jika tren ini berlanjut, kata Sebelius, target berikutnya adalah anak-anak usia sekolah sebagai prioritas utama untuk vaksinasi. "Itu sedang diawasi benar-benar," lanjut Sebelius. Sekolah-sekolah beberapa kali mengadakan vaksinasi flu, beberapa menyediakan vaksin gratis.

Sebelius mengatakan, butuh beberapa tahun agar bisa memenuhi prioritas kesehatan Presiden Barack Obama, yaitu jaminan kesehatan bagi warga tanpa asuransi, meski Kongres ajan mengesahkannya musim gugur ini. "Bisa membutuhkan waktu hingga 2011 atau 2012 untuk mewujudkan program baru tersebut," kata Sebelius. (AP)

Terima Penghargaan Baeksang, Lee Do Hyun Disorakin Ucap Terima Kasih ke Lim Ji Yeon
ilustrasi Media sosial.

Menyongsong Revolusi Pendidikan, Workshop Daring tentang Etika dan Budaya Digital

. Melalui pendidikan karakter di era digital, harapannya adalah agar Generasi Z dapat berkembang menjadi individu yang lebih bertanggung jawab, jujur, dan menghargai.

img_title
VIVA.co.id
7 Mei 2024