Begini Cara Orang Belanda Kangen Indonesia
- VIVA.co.id / Renne Kawilarang
![]()
Kaum muda Belanda pun memanfaatkan acara ini untuk bertukar pikiran dengan generasi sebelum mereka. “Semakin lama, saya semakin bertanya-tanya di mana asal-muasal keluarga saya. Apalagi begitu mengetahui bahwa kakek dan nenek saya lahir di Bandung, ingin sekali saya bisa pergi ke sana,” kata Leroy Woudstra.
Dia mengaku merupakan generasi ketiga warga Belanda keturunan Indonesia. Kecintaan Leroy kepada Indonesia dia buktikan dengan mengelola sebuah halaman penggemar (fan page) di laman Facebook dengan nama “Indo’s Be Like.”
“Halaman penggemar berkembang pesat. Dalam setahun saja sejak dibuka sudah lebih dari 43.700 pengunjung yang mendaftar,” kata Leroy sambil memperlihatkan fan page tersebut. Halaman berbahasa Belanda itu menampilkan ketertarikan atas budaya Indonesia, terutama ragam kuliner dan wayang.
Sementara itu, aktor sekaligus penyanyi hip-hop Ricky Risolles mengaku sudah empat kali datang ke Indonesia. “Kunjungan terakhir pada tahun lalu saat ke Yogyakarta. Makin lama saya semakin ingin sering-sering berkunjung ke Indonesia,” ujar Ricky, yang bernama asli Jaro Wolff.
![]()
Lalu, mengapa memakai nama panggung Ricky Risolles? Pemuda kelahiran Rotterdam itu rupanya ingin mengaitkan keahliannya ibunya memasak risoles, salah satu penganan favorit Indonesia.
“Ibu saya orang Jawa, lahir di Surabaya. Datang ke Belanda pada 1971. Beliau memasak risoles enak sekali. Saya pakai itu jadi nama panggung dan ternyata lebih diterima penggemar,” kata Ricky, penyanyi sejumlah lagu hip-hop jenaka berbahasa Belanda campur Indonesia, seperti “Jam Karet,” “Mijn Soto,” dan “Gila Risolles,” dan bisa disaksikan di YouTube.
Sama seperti kaum muda Belanda keturunan Indonesia, Ricky pun ingin mendalami lebih lanjut asal-usul keluarganya di Tanah Air. “Saya ingin tahun sejarahnya. Dengan memahami asal-usul keluarga, saya pun juga makin mengetahui betapa dekatnya hubungan bangsa Belanda dengan Indonesia walau keduanya pernah mengalami babak sejarah yang kelam. Tapi sejarah itu juga perlu kita ketahui.” kata Ricky.
Acara “Generations” itu dibuka oleh Minister-Counsellor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Azis Nurwahyudi. “Saya, mewakili KBRI, menyambut baik acara ini. Tidak saja berguna bagi para pengunjung, yang ingin mengetahui akar sejarah keluarga mereka, namun juga bisa mempererat tali persaudaraan antara bangsa Belanda dengan Indonesia,” kata Azis yang membuka acara dengan memukul gong.