Musim Dingin, Kualitas Udara di China Sulit Membaik

Sumber :
  • REUTERS/Jason Lee

VIVA.co.id - Kelompok pemerhati lingkungan Greenpeace di China mengatakan tingkat polusi udara di China sudah mulai menurun. Namun musim dingin yang lembab dan berangin justru memperlambat perbaikan kualitas udara.

"Meskipun terhalang oleh musim dingin dan peringatan alarm merah, data pada 2015 menunjukkan adanya kemajuan positif di Beijing dan seluruh bagian negara. Biar bagaimanapun, kualitas udara di China masih merupakan bahaya utama bagi kesehatan masyarakat," kata perwakilan Greenpeace, Dong Liansai, saat memberikan penjelasan di Beijing, Rabu, 20 Januari 2016, seperti dikutip dari Reuters.

Selama beberapa bulan terakhir di tahun 2015, Pemerintah China mengeluarkan peringatan alarm merah untuk Beijing karena kualitas udaranya yang memburuk. Hal itupun membuat sekolah-sekolah di Beijing harus ditutup selama berhari-hari.

Kini Warga China Bisa 'Pipis' di Area Terbuka

Greenpeace mengatakan Beijing adalah salah satu kota di mana tingkat polusi udaranya sangat besar. Kata Liansai, seharusnya hal itu menjadi pukulan bagi pemerintah agar ditindaklanjuti secara serius.

China selama ini tengah berupaya keras untuk memperketat peratruan dan hukum mengenai lingkungan. Termasuk mengenai hukuman yang lebih berat bagi perusahaan yang bertanggung jawab karena menyebabkan polusi.

Beberapa pemerintah daerah, termasuk Beijing, telah mencoba untuk membatasi emisi dan memaksa agar pabrik yang menyebabkan polusi di Beijing dipindahkan atau ditutup.

"Greenpeace menyarankan agar pemerintah menerapkan target batas konsumsi batu bara dan langkah-langkah agresif untuk memecahkan masalah polusi udara," kata Liansai. (ase)

Pria Ini Rayakan 'Kematiannya' dengan Sadar
 Pintu pesawat China Southern Airlines.

Cari Toilet, Wanita Ini Malah Buka Pintu Darurat Pesawat

Penumpang dievakuasi, dan pesawat tak bisa berangkat hingga 2 jam.

img_title
VIVA.co.id
27 Maret 2016