Korut Kembali Menahan Warga AS atas Tuduhan Spionase

Tentara Korea Utara berjaga saat perayaan ke-70 tahun Partai Pekerja di Pyongyang, Korea Utara, Sabtu, 10 Oktober 2015.
Sumber :
  • REUTERS/Damir Sagolj

VIVA.co.id – Korea Utara menahan seorang warga negara Amerika Serikat keturunan Korea dengan hukuman 10 tahun penjara.Dilansir dari laman ABC, Jumat, 29 April 2016, Kim Dong-chul, ditahan atas dugaan terlibat dalam kegiatan mata-mata dan mencuri rahasia negara.

img_title Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Perkuat Kedaulatan

Ia pun dijatuhi hukuman 10 tahun penjara setelah sidang singkat di Pyongyang pada Jumat. Mahkamah Agung Korea Utara menyatakan Kim bersalah atas kejahatan spionase dan subversi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penahanan Kim terjadi setelah adanya penahanan selama 15 tahun terhadap Otto Warmbier, seorang mahasiswa AS yang dianggap Korea Utara terlibat dalam kegiatan anti terhadap negeri Kim Jong-un saat mengunjungi negara itu sebagai turis pada awal 2016.

img_title Antena bikin Austria Ketar-ketir

Korea Utara kerap menuduh AS dan Korea Selatan mengirimkan mata-mata mereka untuk menggulingkan pemerintahnya dan berusaha menjadikan "saudaranya" itu sebagai pengontrol Semenanjung Korea.

Beberapa warga asing yang ditangkap sebelumnya mengaku dirinya dipaksa membaca laporan bersalah dari otoritas Korea Utara.

img_title Polisi Thailand Tangkap Pria Diduga Mata-mata Kamboja, Seragam Militer Disita

Di masa lalu, Korea Utara baru akan melepaskan tahanan AS sampai pejabat senior AS atau tokoh kenegaraan datang secara pribadi untuk menyelamatkan tahanan.

Bahkan, mantan Presiden AS Bill Clinton melakukan kunjungan ke Korea Utara pada 2009 untuk membebaskan jurnalis Euna Lee dan Laura Ling.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya telah menyeberangi perbatasan Korea Utara dari China secara ilegal.

Kemudian, pada 2014, Kepala Mata-mata AS, James Clapper melakukan kunjungan ke negeri Tirai Besi untuk membawa pulang Mathew Miller, yang ditangkap setelah memasuki negara itu sebagai turis, serta misionaris keturunan Korea-Amerika, Kenneth Bae, yang telah dipenjara sejak November 2012.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin

Anggota DPR Sebut Ancaman Spionase Nyata, RUU Antispionase Perlu Dikaji

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan bahwa ancaman spionase terhadap Indonesia merupakan persoalan yang perlu diantisipasi melalui penguatan kontraintelijen

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut