Dubes RI Untuk Singapura Jamin Tak Ada Asap Lagi

Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau/Ilustrasi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rony Muharrman

VIVA.co.id – Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Komitmen tersebut dibuktikan melalui pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang mengklaim terjadi penurunan hotspot atau titik api sebesar 74 persen dibandingkan tahun lalu.

img_title SM+ Groundbreaking Pusat Data dengan Investasi US$300 Juta, Ditarget Rampung 2026

Hal serupa diungkapkan Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya yang Rabu siang 24 Agustus 2016 meninjau Integrated Fire System, yang merupakan sistem manajemen kebakaran kebakaran terpadu milik perusahaan Sinar Mas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah melihat secara langsung, saya sudah mendapatkan gambaran secara langsung bagaimana cara  memantau dan memverifikasi. Sehingga respon cepat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan bisa cepat dilakukan," kata Dubes Ngurah kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2016.

img_title Sinar Mas Ungkap Bukti Biofuel Jadi Solusi Tekan Emisi dan Hemat Devisa

Senada dengan pernyataan Presiden Jokowi, Dubes Ngurah juga menyatakan bahwa titik hotspot tahun ini menurun sangat signifikan dibandingkan tahun lalu, karena upaya pencegahan yang terus dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait, termasuk perusahaan swasta yang terlibat. Beberapa langkah tersebut di antaranya membentuk Badan Restorasi Gambut, melakukan preferensi pencegahan, dan juga membentuk Komunitas Peduli Api.

"Langkah konkrit ini tentu memberikan dampak positif bagi Indonesia dan negara tetangga. Buktinya, tahun ini tak ada asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang sampai ke Singapura. Upaya ini tentu perlu lebih ditingkatkan lagi antar semua pemangku kepentingan," ujar Ngurah.

img_title Biomedical Campus Hadir di BSD City
Kegiatan produksi Golden Eagle Energy.

Investor Cuan, Golden Energy Bagikan Dividen Rp 277 per Saham

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Investor katongi Rp 277 per saham. Cek jadwalnya!

img_title
VIVA.co.id
17 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut