Selandia Baru Dukung Program OVOP Pemerintah RI

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA.co.id – Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson mengatakan, negaranya sangat setuju dengan Program One Village One Product (OVOP/Satu Desa Satu Produk), yang saat ini sedang digalakkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

img_title Selandia Baru Perketat Medsos: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses TikTok, YouTube hingga X

“Kami akan mendukung terselenggaranya rencana tersebut (Program OVOP). Sebelumnya, Selandia Baru dan Indonesia sudah bekerjasama di bidang lain," kata Matheson, saat bertemu Menteri Desa dan PDTT, Eko Putro Sandjojo, di Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengungkapkan, kedua negara melakukan kerja sama di sektor pendidikan, pertanian, dan penanggulangan bencana.

img_title Kebakaran Melanda Selandia Baru, Damkar sampai Kerahkan Helikopter

Selain itu, Matheson mengaku Selandia Baru juga turut berpartisipasi saat penanggulangan bencana Tsunami di Aceh beberapa waktu silam. “Kami pun telah melakukan beberapa kegiatan di Papua,” ujarnya.

Sementara, Eko Sandjojo menerangkan, desa-desa di Indonesia adalah desa unik yang masing-masing memiliki karakter berbeda. Dengan demikian, maka potensi dan kekuatan ekonomi di setiap pedesaan juga berbeda.

img_title WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Tak Lagi Ditahan di Rutan, Ini Alasannya

Fokus produk pertanian

Dalam bidang pertanian, Eko mencontohkan, masalah yang dihadapi masyarakat desa adalah tidak fokusnya produksi pada satu produk tertentu.

Kendala lainnya adalah tidak ada infrastruktur pascapanen, sehingga produk hasil pertanian tidak bertahan lama.

“Oleh karena itu perlu diadakan program ini (OVOP) agar lebih fokus dalam menangani produksi pertanian. Kemudian, sistem pengolahan hasil pertanian pascapanen juga harus diperbaiki,” tutur dia.

Tak hanya itu, Eko juga ingin mengubah paradigma, di mana desa selama ini hanya diberi bantuan berupa uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya paradigma tersebut akan dirubah dengan menggalakkan program BUMDes. Melalui BUMDes, desa dapat mengolah, memasarkan dan mengelola produk unggulannya secara mandiri.

“Papua bisa menjadi contoh yang bagus karena tidak hanya pembangunan infrastruktur, tapi harus sensitif terhadap budaya masyarakat setempat. Kami juga memiliki program transmigrasi namun tidak mengesampingkan transmigran lokal, yakni masyarakat asli Papua itu sendiri,” kata Eko.

John Herdman dan istrinya, Clare Herdman

John Herdman Antusias dengan Liga Putri Indonesia, Ungkap Ingat Putrinya

Herdman juga menyaksikan langsung upacara pembukaan Liga Putri Indonesia (Indonesia Women's League) musim ini yang melibatkan Persija Jakarta Women melawan FC Bekasi City

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut