Hina Pemimpin Korut, China Blokir Kalimat Ini

Kim Jong-un
Sumber :
  • REUTERS/KRT via REUTERS TV

VIVA.co.id – Masyarakat China memiliki 'panggilan khusus' untuk pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dengan sebutan "Kim, Fatty The Third" atau "Kim, Si Babi Ketiga".

img_title Serangan Siber Lumpuhkan Internet Korea Utara, Lebih dari 40 Situs Pemerintah Tak Bisa Diakses

Hal ini membuat Kementerian Dalam Negeri China memblokir kalimat tersebut di setiap kolom pencarian di semua situs internet di negeri itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencarian kalimat "Jin San Pang" yang diterjemahkan menjadi "Kim, Fatty The Third" atau "Kim, Si Babi Ketiga" dalam mesin pencari Baidu dan platform media sosial Weibo, saat ini memang sudah tidak ada lagi.

img_title Ramai! Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal akibat Pendarahan Otak

Namun, kreatif user yang berusaha untuk tetap mengolok Kim telah menggantinya menjadi "Kim Fat Fat Fat" agar lolos dari pemblokiran.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Geng Shuang, menyatakan mereka secara tegas melarang penggunaan frasa tersebut karena tidak sesuai kenyataan.

img_title Jembatan Baru China-Korut Dibuka, Persaingan Pengaruh dengan Rusia Jadi Sorotan

"Pemerintah tetap berkomitmen membangun opini publik yang sehat dan beradab. Kami tidak menerima kritik atau opini publik yang ditujukan kepada pemimpin di semua negara di mana mengandung kalimat mengejek atau menghina," kata Geng Shuang, seperti dikutip situs Sputniknews, Kamis, 17 November 2016.

'Gelar' untuk Kim ini sampai terdengar ke pejabat tinggi Korea Utara, dan mereka menyesalkan serta kecewa dengan meluasnya kalimat tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, pemerintah Korea Utara secara resmi meminta kepada pemerintah China agar memblokir permanen sistem pencarian tersebut karena ditakutkan Kim akan mengetahuinya.

Kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada Maret 2016, China telah memblokir pencarian yang menyebut Kim sebagai "Third Generation Pig" atau "Babi Generasi Ketiga".

VIVA Militer: Patroli militer Korea Selatan di Zona Demarkasi Militer (DMZ)

Ketegangan Memanas, Artileri Korea Utara Terlihat di Dekat Perbatasan

Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan meningkat pekan ini setelah Pyongyang mengirim surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut