PBB Tuding Myanmar Ingin 'Bersihkan' Rohingya

Pengungsi Rohingya.
Sumber :
  • REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

VIVA.co.id – Pejabat Tinggi Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNHCR, John McKissick, menilai kekerasan yang terjadi di Rakhine merupakan upaya pemerintah Myanmar untuk "membersihkan" etnis Muslim Rohingya.

img_title Terpopuler: Federasi Bangladesh Banjir Pujian Warga Indonesia, Bung Towel Curiga Singapura Sengaja Kalah dari Malaysia

Selama enam minggu terakhir, Angkatan Bersenjata Myanmar melakukan operasi dengan mengusir dan membunuh Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Hal ini berakibat pengungsian besar-besaran ke negara tetangga, Bangladesh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk mengatasi masalah ini pemerintah harus berfokus pada akar penyebab. Militer Myanmar dan petugas penjaga perbatasan telah membunuh, memperkosa wanita, membakar dan menjarah rumah. Bahkan, memaksa mereka untuk menyeberangi sungai," kata McKissick, saat berada di kota perbatasan kedua negara, seperti dikutip BBC, Jumat, 25 November 2016.

img_title Main Bersih Tanpa Drama, Akun Federasi Bangladesh Banjir Pujian dan Ucapan Respect Warganet Indonesia

Ia menuturkan, sisi lain, pemerintah Bangladesh mengalami dilema dan sangat sulit untuk membuka lebar-lebar perbatasannya.

Hal tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah Myanmar untuk melanjutkan kekejaman hingga tujuan akhir mereka tercapai, yaitu membersihkan semua etnis Rohingya.

img_title Usai Dilibas Timnas Indonesia 9-2, Bangladesh Merasa Terhormat

McKissick menambahkan, meski Bangladesh memiliki kebijakan resmi melarang pendatang ilegal melintasi perbatasan, namun kementerian luar negeri mengonfirmasi bahwa ribuan orang Rohingya telah memasuki negaranya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara ribuan orang lainnya masih berkumpul di perbatasan. Kendati demikian, informasi terkini mengenai nasib Rohingya belum bisa terkonfirmasi lantaran media dan organisasi bantuan kemanusiaan internasional dilarang mengunjungi Rakhine.

Etnis Rohingya yang jumlahnya sekitar satu juta jiwa dipandang oleh negara yang sebagian besar beragama Buddha ini sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Nahas, baik Myanmar dan Bangladesh, enggan mengakuinya sebagai warga negara.

Momen Timnas Indonesia vs Bangladesh di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

Berstatus Raja ASEAN, Timnas Indonesia Dapat Tantangan Tanding Ulang dari Bangladesh

Timnas Indonesia mendapat tantangan untuk kembali berhadapan dengan Bangladesh setelah menorehkan prestasi sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Federasi Sepak Bola Banglade

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut