Presiden Venezuela Nicolas Maduro Dilengserkan

Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Sumber :
  • Reuters/Jorge Silva

VIVA.co.id – Parlemen Venezuela menyatakan Presiden Nicolas Maduro lengser dari jabatannya, pada Senin, 9 Januari 2017. Hal ini karena Maduro dituding melalaikan tugasnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

img_title Promosikan Obat Ajaib COVID-19, Presiden Venezuela Banjir Kritik

Mengutip situs Sputniknews, Selasa, 10 Januari 2017, resolusi ini muncul meski ada peringatan dari Mahkamah Agung bahwa hal itu melanggar konstitusi Venezuela.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mayoritas dari 106 deputi Kongres Nasional yang dipimpin kubu oposisi mengadopsi resolusi yang bertujuan melengserkan Maduro. Parlemen menyatakan, Maduro meninggalkan jabatannya karena kepemimpinannya membuat ekonomi Venezuela stagnan.

img_title Maduro Ungkap Konspirasi Busuk AS Bikin Kudeta di Venezuela

Parlemen juga menyerukan pemilihan presiden baru secepatnya berdasarkan Pasal 233 Konstitusi Venezuela. Pasal tersebut berbunyi, "Bahwa presiden akan secara permanen tidak tersedia untuk melayani, dalam kasus meninggalkan jabatannya”.

Alasan lain mengganti presiden, sesuai pasal itu, adalah presiden mengundurkan diri, meninggal dunia, atau dilengserkan oleh Mahkamah Agung melalui referendum publik.

img_title Gawat, Tentara Bayaran Sudah Masuk Venezuela Buat Gulingkan Maduro

Pada 25 Oktober 2016, Parlemen Venezuela yang mayoritas diisi partai oposisi memulai proses pelengseran (impeachment) terhadap Maduro dan memanggilnya untuk hadir dalam pertemuan dengan Kongres pada 1 November.

Kehadirannya untuk dimintai pertanggungjawabannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintah. Namun, Maduro menolak untuk hadir. Parlemen akhirnya menangguhkan sementara proses pelengseran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Venezuela masih berjuang menghadapi krisis ekonomi. Warga banyak mengeluh tentang kurangnya pasokan kebutuhan dasar dan kesehatan akibat inflasi yang tinggi, yakni sekitar 18 persen.

Sebelumnya, ribuan masyarakat Venezuela mengantre di seluruh wilayah negara itu untuk memvalidasi tanda tangan mereka sebagai bagian dari proses referendum atas Presiden Maduro.

Caracas, Venezuela

Situasi Keamanan Caracas Mulai Kondusif, KBRI Pastikan WNI Aman Usai Serangan AS di Venezuela

KBRI di Caracas, Venezuela, menyatakan warga negara Indonesia (WNI) dalam keadaaan aman, menyusul situasi keamanan di Venezuela yang berangsur pulih setelah serangan AS.

img_title
VIVA.co.id
5 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut