Massa Demo Anti-Trump Lebih Banyak dari Penonton Inaugurasi

Polisi menembakkan gas airmata untuk membubarkan massa anti-Trump.
Sumber :
  • REUTERS/Adrees Latif

VIVA.co.id – Amerika Serikat telah memiliki presiden baru, Donald Trump. Namun, tidak semua rakyat AS setuju dengan pengangkatan tersebut.

Donald Trump Ambil Surat Cinta Kim Jong Un dari Gedung Putih

Dilansir dari Ruters, Minggu 22 Januari 2017, saat acara inaugurasi atau penobatan Trump Sabtu subuh waktu Indonesia, warga yang menonton acara itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan inaugurasi Barrack Obama.

Selain itu, acara pengangkatan Trump juga diwarnai dengan aksi demonstrasi massa. Mereka bergerak menyusuri jalanan yang ada di Kota Washington DC, AS, sembari melakukan perusakan pada gedung-gedung yang dianggap menjadi simbol kapitalis, seperti Bank of America dan gerai McDonald’s.

5 Fakta Tewasnya Jenderal Qassem Soleimani, Iran Akan Balas Dendam?

Polisi bahkan harus menggunakan alat antihuru-hara untuk membubarkan massa, seperti gas airmata dan granat kejut.

Dikabarkan, puluhan orang ditangkap saat kejadian tersebut. Namun ternyata, penangkapan itu tidak membuat massa anti-Trump patah semangat.

Donald Trump Siap Luncurkan TRUTH Social, Platform Medsos Tandingan

Massa yang semua anggotanya perempuan pada Sabtu malam waktu setempat, kembali turun ke jalan untuk memprotes terpilihnya Trump sebagai Presiden AS.

Tidak hanya di Washington DC, para perempuan yang sebagian besar mengenakan topi berwarna merah muda itu juga menggelar aksi di New York, Boston dan Chicago.

Mereka menyatakan khawatir dengan sikap Trump yang dianggap terlalu mementingkan ras tertentu. Selain itu, Trump juga dikenal suka melontarkan pernyataan yang merendahkan kaum perempuan.

Uniknya, jumlah peserta yang turut serta dalam aksi demonstrasi ini jauh lebih banyak ketimbang warga yang menyaksikan acara inaugurasi.

Dikabarkan, massa yang bergerak di jalanan Kota Washington DC mencapai ratusan ribu orang. Iring-iringan massa itu bahkan menutup jalan hingga 1,6 kilometer panjangnya.

Mantan Presiden AS Donald Trump

Donald Trump dan Kedua Anaknya Akan Diperiksa Terkait Penipuan

Mantan Presiden AS Donald Trump dan dua anaknya dipanggil pengadilan karena diduga memperoleh keringanan pajak dan pinjaman melalui penilaian aset yang curang

img_title
VIVA.co.id
18 Februari 2022