Pembakaran Bendera

PM Malaysia: Ini Aksi Kelompok Tertentu

VIVAnews - Pembakaran bendera Malaysia oleh para demonstran di Indonesia tidak merefleksikan hubungan antar pemerintah kedua negara. Demikan kata Perdana Menteri Najib Tun Razak menanggapi sejumlah aksi protes terhadap Malaysia di Jakarta, Rabu 2 September 2009.

Najib yakin pemerintah Indonesia tidak terlibat dalam peristiwa tersebut dan bukan pihak yang menghasut sehingga aksi protes itu terjadi. "Kejadian itu bukan sesuatu yang dimulai oleh pemerintah. Itu merupakan aksi kelompok tertentu yang ingin menimbulkan kesulitan dan masalah dalam hubungan kita," kata Najib.

Seperti dikutip dari laman harian The Star, pemimpin keturunan Suku Bugis itu melanjutkan, "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bilang kepada saya, kalau dia berharap ada hubungan yang ramah dan hangat antara dua negara ini. Dia secara pribadi akan berbicara dengan saya mengenai perkembangan peristiwa dan juga peristiwa yang saat ini terjadi di Indonesia dan Malaysia." Najib menambahkan, Presiden Yudhoyono bermaksud mengunjungi Malaysia pada Oktober.

Belakangan ini terjadi sejumlah aksi protes terhadap Malaysia di Jakarta. Aksi tersebut mengusung beragam isu, termasuk tuduhan bahwa lagu kebangsaan Malaysia, "Negaraku” dijiplak dari lagu Indonesia, "Terang Bulan."

Selasa lalu, sekitar 30 pelajar melempari Kedutaan Malaysia di Jakarta dengan telur busuk dan berusaha mengibarkan bendera merah putih di gerbang kedutaan. Serangan itu dipicu oleh dugaan bahwa tarian Pendet dari Bali digunakan untuk mempromosikan pariwisata Malaysia. Pemerintah Malaysia sendiri sudah menyatakan bahwa pemerintah tidak berperan apapun dalam tayangan iklan tersebut.

Sementara itu, menteri informasi, komunikasi, budaya, dan seni Malaysia, Dr Rais Yatim mengatakan, pemerintah akan mengorganisir pertemuan wartawan antar dua negara untuk membangkitkan hubungan antar media selama kunjungan resmi Presiden Yudhoyono ke Kuala Lumpur.

Waketum Nasdem Ahmad Ali Datang ke Rumah Prabowo, Surya Paloh Sebut Ada Urusan Pilkada


Berita Terfavorit:
1. Anang Terima Gugatan Cerai KD
2. Korban Berjatuhan di Tangga Darurat
3. Berba Mulai Mengenal Setan Merah Lainnya
4. Menkeu Sindir Banyak Orang Sudah Lupa Krisis
5. Chelsea Umumkan Skuad Liga Champions

Evakuasi penemuan mayat. (Foto ilustrasi).

Izin Menginap di Kantor Polisi, Pria Tuban Ini Ternyata Baru Membunuh Istrinya

Warga Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, digegerkan oleh aksi dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh MO (64 tahun) terhadap istrinya sendiri, TA.

img_title
VIVA.co.id
24 April 2024