Persatuan Islam, Bahasan Khusus Menlu RI dan Imam Al Azhar

Menlu Retno Marsudi dan Imam Besar Al Azhar Mesir.
Sumber :
  • Kemlu RI

VIVA.co.id – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, bertemu dengan Imam Besar Masjid Al Alzhar Prof. Dr. Ahmed Mohammad Ahmed Al Tayyeb di Kairo, Mesir. Dalam kunjungan kenegaraan ini, Menlu Retno mengatakan Indonesia dan Al Azhar akan bekerja sama untuk melakukan dialog antar agama dan antar komunitas dengan menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai.

ASPINA Belanda Diluncurkan, Bagaimana Prospeknya bagi Ekonomi RI

Diberitakan dalam rilis yang diterima VIVA.co.id, Senin 6 Februari 2017, dalam pertemuan itu, menlu RI dan Syeikh Ahmed sependapat mengenai banyaknya tantangan yang dihadapi dunia Islam saat ini.

Menghadapi situasi tersebut, dibutuhkan kerja sama erat semua unsur di dunia Islam agar mendorong terciptanya kondisi kondusif bagi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan yang inklusif. Tidak hanya di negara-negara Islam, namun juga di dunia.

Kemlu Berhasil Selamatkan Hak Finansial WNI di Luar Negeri Rp179 M

"Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya konstruktif bagi terciptanya harmoni, perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia," tutur Menlu RI di Kairo, Senin, 6 Februari 2017.

Selain situasi dunia Islam, Syeikh Ahmed juga menyampaikan perhatiannya terkait keadaan di Rakhine State. Syeikh Ahmed menuturkan bahwa situasi di Rakhine State sangat kompleks.

RI Bicara Tegas di OKI Minta Tanggung Jawab Bantu Rakyat Afghanistan

"Kekacauan di sana tidak dapat diselesaikan apabila masing-masing pihak yang bertikai hanya berfokus pada kepentingan komunitas tertentu atau melalui teriakan-teriakan moral tanpa langkah konkret (megaphone diplomasi)," ujarnya.

Syeikh Ahmed menghargai langkah Indonesia dan menlu RI yang telah dilakukan selama ini untuk mendukung Myanmar menyelesaikan masalah di Rakhine State melalui pendekatan inklusif. Syeikh Ahmed juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi, baik di Myanmar maupun komunitas internasional yang ingin membantu.

"Al Azhar siap untuk bekerja sama dengan Indonesia, Myanmar, dan negara lainnya untuk membantu membuat situasi di Rakhine State lebih baik," tuturnya.

Secara khusus, menlu RI menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Al Azhar kepada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar.

Menlu RI juga meminta perhatian Syeikh Ahmed terhadap perlindungan keamanan bagi para mahasiswa Indonesia, mengingat telah terjadi beberapa tindakan kriminal yang menimpa mahasiswa Indonesia. Sementara itu, Syeikh Ahmed berjanji akan memperhatikan masalah tersebut dan berkoordinasi dengan otoritas keamanan Kairo.

Garuda Indonesia angkut WNI yang dievakuasi dari Ukraina

Kemlu: 120 WNI di Ukraina Dipulangkan ke RI, 32 Orang Pilih Menetap

Pemerintah Indonesia masih terus berusaha untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Ukraina.

img_title
VIVA.co.id
10 Maret 2022