Wajah Terbakar Gara-gara Headphone

Ilustrasi headphone
Sumber :
  • http://ngiknguks.blogspot.com

VIVA.co.id – Seorang penumpang pesawat terbang menderita luka bakar di wajahnya, setelah headphone yang terpasang di kedua telinganya tiba-tiba meledak.

img_title AS Bakal Tutup Akses Pendaratan Maskapai Penerbangan Iran, Pengisian BBM hingga Penjualan Tiket

Penumpang nahas itu berjenis kelamin perempuan asal Australia diketahui sedang tertidur lelap dalam penerbangan dari Beijing, China ke Melbourne, Australia, pada 19 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia langsung terbangun ketika mendengar suara ledakan keras, yang ternyata berasal dari baterai headphone yang meledak. "Seketika saya langsung memegang wajah dan sekitar leher. Saya merasa terbakar," kata perempuan yang tidak disebutkan identitasnya ini, seperti dikutip situs Metro, Jumat, 17 Maret 2017.

img_title 5 Maskapai Penerbangan Teraman di Dunia 2026 Versi AirlineRatings

Perempuan itu melanjutkan, ketika meledak, sontak, ia langsung menarik headphone dan melemparnya ke lantai. Ia pun mengaku melihat masih ada titik api kecil yang membakar headphone.

Pramugari yang bertugas dengan cepat bereaksi dengan menuangkan seember air ke headphone tersebut. Langkah ini untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

img_title Gandeng Semua Stakeholder, INACA Usung Penerbangan Hijau Berkelanjutan

Akan tetapi, asap dari ledakan kecil itu sempat menyebar di seluruh kabin dan membuat penumpang lainnya batuk-batuk. Para penyidik meyakini ledakan yang memicu terbakarnya headphone disebabkan oleh baterai.

Penyidik juga tidak menyebutkan lebih lanjut apa merek headphone yang meledak gara-gara baterai itu. (ase)

Maskapai Penerbangan Pelita Air

Hakim MK Soroti Ganti Rugi Delay Pesawat Rp300 Ribu, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Maskapai

Hakim MK Saldi Isra pertanyakan pengawasan pemerintah terhadap maskapai dan menilai kompensasi keterlambatan pesawat Rp300 ribu tidak sebanding dengan kerugian penumpang

img_title
VIVA.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut