Islam Nusantara dan Diplomasi Budaya Indonesia

Duta Besar Dubes Indonesia RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja
Sumber :
  • KBRI Den Haag

VIVA.co.id – Pemerintah Indonesia memiliki kesadaran dan komitmen tinggi untuk menjadikan Islam Nusantara sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

img_title Di Hadapan 8 Dubes, Prabowo Tegaskan Indonesia Nonblok dan Minta Maaf atas Telatnya Penyerahan Kredensial

Dalam sambutannya di jamuan makan malam dan even kebudayaan bertajuk 'Nusantara Night', Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, mengatakan, Islam Nusantara adalah upaya counter atas meluasnya pandangan mengenai benturan peradaban (clash of civilization) di antara sebagian pemimpin dunia dan masyarakat Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak karakter positif dari Islam Nusantara sangat relevan untuk mewujudkan Islam sebagai agama kemanusiaan dan perdamaian di pentas global,” kata Dubes Wesaka, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Maret 2017.

img_title Kutip Kata Bung Hatta, Menlu Beberkan Prioritas Diplomasi RI 2021

Beberapa karakter positif Islam Nusantara diilustrasikan secara rinci oleh duta besar yang pernah berperan penting dalam tercapainya kesepakatan perdamaian RI-GAM pada 15 Agustus 2005.

"Seperti akomodatif terhadap konteks lokal, respek terhadap keragaman, inovatif dalam dakwah, kepedulian pada pendidikan karakter, pendekatan kebudayaan, dan komitmen pada keadilan," paparnya.

img_title Intip Cara Pemerintah Diplomasi dan Kejar Vaksin ke Beberapa Negara

Menurutnya, karakter semacam ini menghasilkan ekspresi Islam yang menekankan moderasi, toleransi, non-kekerasan, keadilan dan perdamaian.

Dubes Wesaka menegaskan bahwa Islam Nusantara adalah bentuk komitmen bangsa Indonesia untuk mewujudkan perdamaian, keadilan dan persaudaraan di antara seluruh umat manusia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir.

Menlu Tata Beberkan Cara Indonesia Dorong Reformasi PBB dari Dalam

Menlu Tata menegaskan Indonesia mendorong reformasi PBB dari dalam melalui Dewan Auditor dan pencalonan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029-2030.

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut