Derita Stress, Koala Terancam Punah

VIVAnews - Koala, binatang mungil yang hanya ada di Australia, kini terancam punah. Pasalnya, banyak diantara mereka yang mati karena menderita stress.

Selama ini koala tinggal di kawasan berbukit dan tanah datar yang memiliki banyak pohon eucalyptus. Mereka sangat bergantung kepada dedaunan untuk mendapatkan makanan dan air.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, habitat mereka tergerus oleh pemukiman manusia dan kawasan pepohonan eucalyptus menjadi berkurang. Situasi itulah yang membuat 50 hingga 90 persen populasi koala menjadi stress sehingga rentan sakit parah.

"Para koala ini sangat terancam," kata peneliti bernama Frank Carrick, yang memimpin Program Studi Koala di Universitas Queensland, Australia. "Jumlah populasi mereka, bahkan di wilayah konservasi, menurun tajam," lanjut Carrick.

Masalah itu menjadi perhatian nasional sejak Agustus lalu. Ketika itu, seekor koala yang terkenal bernama Sam mati selama operasi karena tak kuasa mengatasi stress. Penyakit stress itu dikenal dengan sebutan chlamydia.

Sam mendapat perhatian dunia saat lolos dari kebakaran hutan yang dahsyat di Australia Februari lalu. Ketika itu, dia difoto saat tengah menenggak air minum pemberian seorang petugas pemadam kebakaran.

Sam ternyata menderita chlamydia sehingga seorang dokter hewan, John Butler, memutuskan untuk melakukan bedah medis atas koala itu. Namun organ-organ tubuh Sam sudah terlalu lemah untuk menjalani operasi. Dengan berat hati, dokter mematikan Sam melalui euthanasia.

Koala bernama Sam

Koala bernama Sam. (AP Photo)

Chlamydiosis merupakan virus yang menjalar ke tubuh koala saat mereka sedang stress. Gejalanya mirip dengan demam pada manusia. Namun virus itu menyebabkan infeksi pada mata dan saluran kencing, saluran pernafasan, dan saluran reproduksi. Penyakit itu juga menyebabkan kebutaan, mandul, dan kematian bagi penderita.

Menurut survei pemerintah negara bagian Queensland pada tahun 2008, populasi koala di wilayah itu turun 64 persen - yaitu dari 6.200 ekor pada 1999 menjadi hanya 2.800 ekor. Sebanyak 60 persen koala tewas akibat stress sedangkan yang lain mati karena ditabrak mobil atau diserang anjing. (AP)