Ormas Islam Utama Malaysia Boikot Starbucks

Starbucks
Sumber :
  • Reuters/Mohammad Khurseed

VIVA.co.id – Kelompok dan organisasi Islam arus utama di Malaysia menyatakan seruan memboikot Starbucks, waralaba kafe kopi asal Amerika Serikat. Hal itu dilakukan karena Starbucks secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kampanye LGBT secara berkesinambungan.

img_title Starbucks Korea Tutup Seluruh Gerainya Pekan Depan, Imbas Promosi yang Picu Kemarahan Publik

Dilansir Reuters, ormas Perkasa, kelompok muslim tersebut menyatakan akan memboikot Starbucks karena terinspirasi dari seruan boikot yang sempat didengungkan Majelis Ulama Indonesia atau MUI di beberapa daerah di Indonesia. Diketahui baik Indonesia maupun Malaysia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkasa juga mendukung agar izin usaha Starbucks di negaranya dikaji ulang. Kampanye LGBT dianggap sudah melanggar nilai-nilai aturan Islam yang merupakan agama negara di Malaysia.

img_title Tiket 'Sold Out', Starbucks Run 2026 Sukses Sedot 5.000 Peserta di Plaza Timur GBK

"Kami jelas keberatan karena mereka sudah mempromosikan hal-hal yang berlawanan dengan naluri manusia, perilaku manusia dan menentang agama," kata Ketua Perkasa Malaysia, Amini Amir Abdullah.

Diketahui bahwa pimpinan dan petinggi Starbucks sejak tahun 2013 membagikan video dan seruan pro terhadap LGBT termasuk saat dipimpin oleh Howard Schultz. Saat itu Schultz mengatakan bahwa Starbucks tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan ekonomi namun juga memperjuangkan keberagaman. (one)
 

img_title Starbucks PHK 300 Karyawan, Sejumlah Kantor Ikut Ditutup
Starbucks

Starbucks Mendadak Tutup 250 Gerai, Ada Apa?

Starbucks menutup 250 gerai di AS dan Kanada untuk memperbaiki kinerja bisnis. Perusahaan juga merenovasi 1.500 gerai dan melanjutkan strategi pemulihan.

img_title
VIVA.co.id
26 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut