Kerusuhan Berdarah Terjadi di Jalanan Barcelona

Polisi Spanyol pukuli peserta jajak pendapat Catalan di Barcelona.
Sumber :
  • Repro Twitter

VIVA.co.id – Pemungutan suara alias referendum Catalan berpisah dari Spanyol dan menjadi negara yang merdeka di alun-alun Barcelona, berujung kerusuhan berdarah.

img_title Hasil Liga Spanyol: Barcelona Bantai Santander 7-2, Atletico Madrid Menang 4-0

Banyak warga yang ikut dalam pemilihan itu menderita luka-luka akibat diserang petugas kepolisian Spanyol.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikutip Express.co.uk, Minggu 1 Oktober 2017, korban luka akibat dipukul dan ditembak dengan peluru karet. Bahkan, petugas kepolisian setempat juga melepaskan granat api ke kerumunan massa yang ingin mengikuti jajak pendapat itu.

img_title Bicara Soal Peluang Raih Ballon d’Or 2026, Lamine Yamal: Saya dan Mbappe yang Terbaik

Kepolisian setempat terpaksa membubarkan massa yang ikut jajak pendapat karena pemerintah Spanyol menganggap referendum itu sesuatu yang ilegal dan harus dibubarkan. Saat kerusuhan terjadi, reporter Sky News, Marks Stone, sempat terjebak di tengah kondisi menakutkan itu. 

Menurut Stone, para pemilih Catalan awalnya hanya menggelar demonstrasi damai dengan cara duduk-duduk untuk memblokir jalan agar polisi anti-huru hara bergerak setelah mereka mengambil surat suara.

img_title Klasemen Sementara Liga Spanyol 2026/2027: Barcelona di Puncak, Ditempel Real Madrid

Namun di tengah sebuah wawancara dengan seorang pemilih, yang memuji "demonstrasi damai demokrasi," tiba-tiba polisi Spanyol menerobos kerumunan dengan pentungan .

Ledakan dan jeritan terdengar di rekaman televisi yang mengejutkan saat kekacauan terjadi di jalanan. Terutama saat polisi menembakkan peluru karet dan melepaskan granat api.

Seorang anggota parlemen Israel, yang berada di kota tersebut sebagai pemantau suara internasional, mengatakan bahwa dia melihat banyak orang-orang berdarah akibat tembakan di kepala.

"Kami melihat banyak orang damai yang tidak bersenjata dan kami melihat polisi menembaki peluru pada mereka. Tampaknya ini akan meningkat, saya sama sekali tidak mengharapkan hal ini dari demokrasi Eropa," kata anggota parlemen Israel itu.

Seorang pemilih lokal yang juga terperangkap dalam huru-hara tersebut mengatakan kepada Sky News bahwa Pemerintah Spanyol tidak memikirkan demokrasi.

Kekacauan seputar pemungutan suara yang kontroversial hari ini telah membuat negara ini memasuki krisis konstitusional terburuk dalam beberapa dasawarsa. Insiden lain telah melihat pria dan wanita lanjut usia yang dibawa petugas jauh dari lokasi pemungutan suara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lihat video berikut atau klik ini: 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut