Bukti Jejak Ulama dan Para Prajurit Turki di Aceh

Jejak peninggalan Turki di Aceh
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dani Randi

VIVA – Hubungan Turki dan Aceh sudah terjalin sejak cukup lama. Bahkan menurut catatan sejarah, hubungan itu sudah terbangun sejak era Kerajaan Aceh Darusalam.

img_title Pria Ini Selamat Setelah Kepalanya Diterkam Buaya

Berlokasi di Gampong Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Aceh, Bitai adalah desa yang menyimpan bukti hubungan antara Aceh dan kekhalifahan Turki Usmani. Desa ini menjadi saksi sejarah Aceh membina hubungan yang sangat dekat dengan Turki pada saat itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Desa Bitai ini terdapat makam para ulama, guru hingga prajurit Turki. Sementara penyebaran dan perkembangan agama Islam khususnya di Aceh juga tidak terlepas dari peran ulama asal Turki, Muthalib Ghazi bin Mustafa Ghazi, yang kemudian dikenal sebagai Tengku Syech Di Bitai.

img_title Bangunan Bersejarah di Kota Mataram Ambruk Diterjang Hujan

Pada kompleks makam Tengku Di Bitai, terdapat 25 makam yang mengelilingi makam Sultan Salahuddin. Tujuh di antara makam itu terbuat dari batu cadas, dan 18 lainnya terbuat dari batu sungai. Sebagian batu nisannya berbentuk segi delapan dan hiasannya bertuliskan kaligrafi dengan bahasa Arab. Di puncak Nisan yang berbentuk cembung di atasnya terdapat lingkaran sisi delapan.

Tujuh makam yang terbuat dari batu cadas itu berada di dalam benteng yang yang usai tsunami melanda Aceh, makam-makam tersebut direnovasi. Tiga di antaranya disemen secara terpisah dan sisanya hanya diberi sekat-sekat kecil. 

img_title LPPOM MPU Aceh Masih Terima Pendaftaran Sertifikasi Halal

“Di tempat itu makam para ulama semua dan satu orang ratu, makamnya yang paling ujung,” kata Azimah, penjaga makam Tengku Di Bitai saat dijumpai di lokasi, Jumat, 20 Oktober 2017.

Sementara di sisi kiri kompleks makam tersebut terdapat sebuah gundukan yang di atasnya ada beberapa makam dengan nisan tua. Di kompleks itu juga terdapat masjid Turki yang sudah direnovasi dengan empat buah kubah yang dijadikan sebagai pusat aktivitas keagamaan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ada juga bangunan berukuran 6×6 Meter. Di dalam bangunan ini terdapat satu miniatur kapal yang dibingkai dengan kaca. Di dinding dalam ruangan tersebut digantung lukisan Sultan Selim dan lukisan sultan lainnya. Diterakan pula silsilah garis keturunan Tengku Syech Di Bitai. 

Perkembangan Islam di Bitai pada waktu itu sangat maju karena banyak orang luar Aceh yang belajar untuk memperdalam agama Islam, termasuk dari Malaya dan negara dari Asia Tenggara lainnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut