Akhirnya M Fitrah Dibebaskan dari Penjara Polisi Mesir

Muhammad Fitrah saat masih mendekam di sel polisi Kairo.
Sumber :

VIVA – Setelah 16 hari mendekam di ruang tahanan Kepolisian Nasr City, Kairo, Mesir Akhirnya, Muhammad Fitrah, mahasiswa Indonesia asal Riau yang kuliah di Universitas Al Azhar dideportasi Dinas Keamanan Nasional Mesir ke Tanah Air. 

img_title Pemerintah Deportasi Burononan Amerika yang Sembunyi di Bunker Sawangan

"Fitrah dibawa dari penjara Kantor Kepolisian Nasr City Kairo ke bandara, malam tadi dan dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan Sabtu dini hari waktu Kairo," kata Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzy, melalui siaran tertulisnya, Sabtu, 9 Desember 2017. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Helmy Fauzy menjelaskan, setelah  pada hari Kamis kemarin pihaknya mendapatkan konfirmasi dari otoritas Mesir tentang rencana deportasi tersebut, KBRI Kairo segera mengatur kepulangan Fitrah dengan penerbangan pada kesempatan pertama yang tersedia. 

img_title KSP: 50 Ribu WNI Akan Dideportasi dari Malaysia

"Dalam proses pemulangan di Bandara Kairo, Fitrah didampingi staf KBRI Kairo

Muhammad Fitrah kata Helmy, dia merupakan salah satu dari 19 mahasiswa Indonesia yang dideportasi  Pemerintah Mesir pada tahun 2017. Pada 22 November 2017, Fitrah ditangkap bersama empat mahasiswa lainnya dalam razia aparat keamanan Mesir di kawasan Nasr City, Kairo. 

img_title Israel Deportasi 2 Aktivis Pro-Palestina Global Sumud

Dari lima mahasiswa yang ditahan di tanggal 22 tersebut, dua telah dibebaskan langsung di hari yang sama karena bisa menunjukkan izin tinggal, sementara dua lainnya telah dideportasi ke Indonesia pada tanggal 30 November 2017. Alasan Keamanan, meski masih memiliki izin tinggal, Fitra tetap dideportasi karena alasan keamanan. 

"Ini yang sedang kita akan dalami dan komunikasikan dengan Pemerintah Mesir. Keamanan yang seperti apa. Karena sering terjadi kasus serupa yang menimpa Mahasiswa asal Indonesia," kata Helmy. 

bendera Palestina

Massive Attack Ungkap Kronologi Usai Ditahan di Singapura karena Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

Band asal Inggris, Massive Attack angkat bicara terkait dengan insiden penahanan anggota bandnya pasca mengibatkan bendera Palestina saat konser mereka di Singapura

img_title
VIVA.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut