Dana Pertahanan AS Setara Anggaran Militer 7 Negara

Proklamasi untuk Yerusalem, Ibukota Israel oleh Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • REUTERS/Kevin Lamarque

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang undang kebijakan pertahanan baru dengan anggaran pertahanan jumlah besar. Hal itu menurutnya akan membantu Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militer dan memodernisasi persenjataan negaranya.

img_title Eks Capres AS Akui Washington Kalah dari Iran Meski Punya Militer Terkuat di Dunia

The National Defense Authorisation Act (NDAA) menyebutkan, pengeluaran militer sebesar US$700 miliar atau setara dengan Rp9.500 triliun untuk tahun fiskal yang akan datang. Meski demikian pengajuan dana ini belum mendapat persetujuan sepenuhnya dari Kongres AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan penandatanganan rencana anggaran pertahanan ini, kami akan mempercepat proses pemulihan kekuatan militer Amerika sepenuhnya," kata Trump di Gedung Putih seperti dikutip Channel News Asia, Rabu, 13 Desember 2017.

img_title Dua Pesawat Militer AS Mendarat Darurat di Bandara Komodo Labuan Bajo, Dikawal TNI AU

"Hal ini akan meningkatkan kesiapan kami dan memodernisasi kekuatan. Membantu pasukan militer dengan peralatan yang mereka perlukan untuk bertarung dan menang," lanjutnya.

Meski telah ditandatangani, anggota Parlemen belum menyetujui opsi cara mendanai paket pengeluaran "raksasa" tersebut yang jumlahnya bahkan lebih besar dari gabungan dana tujuh pertahanan maupun angkatan bersenjata di dunia.

img_title Situasi Memanas, AS Perbolehkan Keluarga Militer Tinggalkan Timur Tengah

Seperti diketahui dalam kampanye di Pemilu lalu, Donald Trump berjanji akan meningkatkan anggaran militer dan mengatakan Amerika membutuhkan lebih banyak kapal tempur, kapal selam, tentara dan rudal. Dia mengatakan NDAA akan memberi pasukan AS kenaikan gaji terbesar dalam delapan tahun terakhir. (ase)

Kapal Roro BYD

BYD Kena Cap Terkait Militer China, Apa Dampaknya?

Persaingan industri mobil listrik tak hanya terjadi di pasar, tetapi juga mulai merambah ranah geopolitik. Dua produsen kendaraan listrik asal China, BYD dan Nio.

img_title
VIVA.co.id
11 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut