Pria di Cipayung Bakar Diri Gara-gara Mertua

Garis polisi (foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Risky Andrianto

VIVA – Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cipayung, Ajun Komisaris Polisi Budi Setyanta mengatakan, selain masalah ekonomi diduga ada masalah lain yang membuat pria berinisial HF (31) nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya.

img_title Diduga Bunuh Penyu Belimbing di Raja Ampat, WNA Malaysia Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Kuala Lumpur

Masalah lain itu diduga karena ada orang ketiga di balik perselisihan HF dan sang istri yang hendak bercerai yang tak lain adalah mertua HF. Sang mertua diketahui kerap melarang HF berjumpa dengan buah hatinya. Buah hatinya itu adalah alasan HF tidak mau cerai. Namun, HF selalu dilarang menemuinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena ini menurut dia orang ketiganya ini mertuanya. Karena apa, anaknya aja dia tidak boleh nengok, jadi rumahnya berdekatan dengan mertuanya. jadi anaknya dibawa sama mertuanya dan tidak boleh melihat anaknya," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 19 November 2019.

img_title Kondisi Terakhir Fajar Sahrudin Diungkap Sahabat, Gak Ada Tanda Ingin Akhiri Hidup

Kekinian, HF masih dirawat intensif atas aksi gilanya. Pria yang bekerja sebagai satpam ini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pasalnya, dia menderita luka bakar mencapai 50 persen. Dia menderita luka di bagian tangan serta punggung.

"Banyak lukanya, di tangan, di sekujur badan namanya 50 persen, mukanya juga, karena bensin di guyurin ke badannya," ucapnya.

img_title Kemenkes Ungkap Kasus Percobaan Bunuh Diri pada Siswa Naik 2,7 Kali Lipat!

Sebelumnya diberitakan, HF melakukan percobaan bunuh diri dengan membakar tubuhnya, di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Senin, 18 Oktober 2019 dini hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Telah terjadi pembakaran diri dengan menggunakan bahan bakar berupa bensin sebanyak kurang lebih 1 liter," kata Kasat Reskrin Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Hery Purnomo saat dihubungi, Senin, 18 November 2019.

Hery mengatakan, upaya bunuh diri itu diketahui polisi setelah mendapatkan laporan warga di sekeliling rumah Hendra. Korban sempat memegang pemantik api di tangannya. Petugas berusaha membujuknya untuk tidak melakukan percobaan bunuh diri. Namun, korban tetap membakar dirinya tersebut.

ilustrasi serangan teroris di Pakistan.

Korban Tewas Bom Mobil Bunuh Diri di Pakistan Jadi 21 Orang, 15 Polisi

Sekelompok pelaku teror, termasuk pelaku bom bunuh diri, menyerang salah satu kantor polisi di Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan pada Jumat 18 September

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut