Teman Dekat Petugas Rapid Test Cabul Diperiksa Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus
Sumber :
  • VIVAnews / Foe Peace

VIVA – Sebanyak 15 saksi diperiksa terkait kasus dugaan pelecehan, penipuan dan pemerasan wanita berinisial LHI oleh petugas pengecekan rapid test virus COVID-19 berinisial EFY. Salah satu saksi merupakan teman dekat dari tersangka.

img_title Bejat! Guru Ngaji di Kebumen Cabuli Belasan Muridnya, Begini Modusnya

"Sudah 15 saksi yang kami lakukan pemeriksaan. Termasuk korban sudah kami lakukan pemeriksaan kemudian rekan dekatnya korban," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 25 September 2020

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Petugas Rapid Test Cabul Menghilang, Polisi Imbau Serahkan Diri

img_title Lecehkan Bocah 11 Tahun di Kalideres, Modus Pedagang Takoyaki Ini Buat Geleng-geleng

Selain korban dan teman dekat, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ahli. Pun pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2) Gianyar Bali dimintai keterangannya. Polisi diketahui juga telah memeriksa perwakilan PT. Kimia Farma guna mencari informasi identitas tersangka. Di mana PT. Kimia Farma adalah penyelenggara rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Karena memang kami menjemput bola, kami sempat memeriksa P2TP2 di Gianyar, Bali untuk mengetahui keadaan psikologis dari pada korban. Kemarin kami melakukan pemeriksaan terhadap PT Kimia Farma untuk mengetahui apakah yang bersangkutan yang sudah menjadi tersangka EF ini dokter atau tenaga ahli," kata Yusri.

img_title Viral Ada Mahasiswa Hukum Undip yang Juga Anak Polisi Edit Foto Cabul Teman dan Guru Pakai AI, 30 Orang Jadi Korban!

Sebelumnya diberitakan, tindak pelecehan seksual kembali terjadi. Kini, dugaan pelecehan tersebut dialami oleh seorang wanita yang merupakan calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelecehan itu didapatnya dari seorang pria yang diduga merupakan petugas pengecekan rapid test di Terminal 3, Bandara Soetta.

Korban pun menceritakan kronologi kejadian tersebut dalam akun Twitter @listongs. Di mana, pada Minggu, 13 September 2020, dirinya hendak pergi ke Nias, Sumatera Utara dari Jakarta. Dijelaskannya, saat itu dia belum sempat melakukan pengecekan COVID-19, hingga akhirnya memilih untuk melakukan rapid test di bandara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sana, jadwal penerbangannya menuju Nias pukul 06.00 WIB, dan dirinya sudah sampai di Terminal 3 pada pukul 04.00 WIB untuk menjalani rapid test.

Selanjutnya, dalam hasil rapid, dinyatakan bila dirinya reaktif. Dalam akun @listongs, dirinya pun pasrah mendapatkan hasil tersebut. Ia tidak masalah bila penerbangannya harus dibatalkan, mengingat keberangkatannya menuju Nias, bukanlah hal yang penting.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut