8 Orang Terlibat dalam Hoax Babi Ngepet, Begini Peran Mereka

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar (tengah)
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Polisi telah menetapkan seorang tersangka atas kasus rekayasa babi ngepet di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kasus ini sempat membuat heboh publik hingga akhirnya viral sejak tiga hari lalu. Babi yang dimaksudkan pun sudah dibunuh.

img_title Pemerintah Deportasi Burononan Amerika yang Sembunyi di Bunker Sawangan

Belakangan diketahui, ternyata penangkapan babi ngepet hanyalah akal-akalan Adam Ibrahim. Warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok itu bahkan tak sendiri dalam melancarkan aksinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia dibantu beberapa orang lainnya yang masih tinggal dalam satu lingkungan. Polisi menyebut, ada sekira delapan orang yang terlibat namun dalangnya adalah Adam. Untuk memuluskan aksinya, mereka bahkan membeli babi seharga Rp900 ribu dari situs belanja online.

img_title Viral Dua Pemotor Adu Jotos di Exit Tol Sawangan Hingga Buat Macet, Penyebabnya Bikin Geleng Kepala

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar menyebut, delapan orang itu memiliki peran berbeda dalam kasus ini.

“Masing-masing punya peran, ada yang nangkap, ada yang ngaku telanjang ketika nangkap babi karena sebagai syarat, tapi ternyata itu pun bohong,” kata Imran pada Kamis 29 April 2021.

img_title Heboh Pocong Keliling Depok Datangi Rumah Warga Bikin Kesurupan, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Kemudian, ada pula yang berperan membunuh babi dan kemudian menguburkan.

“Yang katanya nangkap babi dengan telanjang itu pun bohong. Kalau di cerita video yang viral kan mereka telanjang bulat, itu bohong," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut Imran mengatakan, atas perbuatannya itu, Adam terancam hukuman selama 10 tahun karena menyebarkan informasi bohong dan membuat keonaran.

“Bukan tidak mungkin tersangka atas kasus ini akan bertambah, karena masih dalam proses,” ucap Imran.

Erupsi Gunung Anak Krakatau.

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Rumah di Pamulang-Sawangan, Warga Keluhkan Hal Ini

Pada Minggu, 6 September 2026, rumah warga di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan dipenuhi abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak pagi hari.

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut