Polisi: Penagih Pinjol di Kos-kosan Cengkareng Ancam Santet Nasabah

Direktur Reserse Krimiminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis.
Direktur Reserse Krimiminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Andrew Tito

VIVA – Polda Metro Jaya menangkap empat orang penagih pinjaman online (pinjol) diduga ilegal yang terdiri dari dua pria dan dua wanita di kamar indekos Yeten, di Jalan Kedaung Kali Angke, Cengkareng Jakarta Barat, Senin, 25 Oktober 2021 malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Direktur Reserse Krimiminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis mengatakan, aksi para pelaku menagih utang mengirimkan pesan ancaman, salah satunya mengancam akan melakukan santet ke nasabah.

Dalam proses pemeriksaan polisi diketahui, para penagih utang pinjol ini bahkan membuat grup WhatsApp yang di dalamnya beranggotakan nasabah dan orang-orang yang ada di kontak HP nasabah yang berutang tersebut.

"Isi grup WA ada berupa pengancaman. Sepintas yang terdaftar sudah dilakukan pengancaman. Misalkan tadi ada 'Kalau tidak bayar akan kami santet' atau 'Kalau tidak bayar akan saya kirim foto senonoh kamu'," ujar Auliansyah ditemui di lokasi penggerebekan pinjol Cengkareng, Senin, 25 Oktober 2021.

Diketahui pelaku pinjol kerap menagih utang kepada nasabah hingga membuat korban stres dan depresi. Salah satu korban yang tidak tahan dengan ancaman tersebut melaporkan melalui Instagram Siber Polda Metro Jaya. Polisi kemudian bergerak dan menggerebek ke lokasi dan menangkap empat orang terduga pelaku dari kamar indekos.

Polisi grebek praktik pinjol ilegal di kos-kosan.
Photo :
  • Andrew Tito/VIVA.

Polisi grebek praktik pinjol ilegal di kos-kosan.

Auliansyah mengatakan, pihaknya menemukan para pelaku melakukan penagihan utang dari kamar kos. "Ditkrimsus Polda kali ini kita lakukan penindakan pinjol ilegal di kos-kosan. Di kantor-kantor sudah mulai tutup, tapi mereka lakukan di kos-kosan," ujarnya.