Guru Ngaji di Aceh Timur Perkosa Santriwati

Guru ngaji di Aceh Timur, SF, perkosa santriwati.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dani Randi.

VIVA – Seorang guru mengaji berinisial SF (27) di salah satu pesantren di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, ditangkap polisi karena kasus pemerkosaan seorang santriwati yang berusia 18 tahun berinisial SR.

img_title Pimpinan Ponpes di Sekotong Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Modusnya Beri Obat ke Santriwati

Ilustrasi kasus perkosaan

Photo :
  • U-Report

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sudah Lancarkan Aksi Sejak 2018

img_title Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Bekasi, Satu Tersangka Ditahan dan Korban Dapat Pendampingan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur Ajun Komisaris Polisi Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan saat dilakukan pemeriksaan, pelaku ternyata sudah melancarkan aksinya sejak pertengahan 2018 lalu hingga 2021.

Kini pelaku SF sudah ditahan di Rutan Polres Aceh Timur untuk dilakukan proses pemberkasan.

img_title Nasib Guru dan Nakes saat Gaji PPPK Rp23 Triliun Ditanggung APBN, Tapi Uang yang Turun ke Daerah Lambat

"Tersangka sudah kita tahan, sekarang dalam proses pemberkasan yang nantinya untuk diajukan ke kejaksaan," kata Miftahuda, Rabu, 13 April 2022.

Baca juga: Bejatnya Ayah Kandung Perkosa Anaknya di Bawah Umur di Buleleng

Pelaku Intip Korban

Peristiwa pencabulan itu berawal saat SR yang merupakan warga Sumatera Utara menempuh pendidikan agama di pesantren tersebut.

Kemudian, korban yang saat itu berada di bilik kamarnya untuk istirahat, diintip oleh pelaku. Kemudian pelaku masuk melalui jendela dan langsung melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Bukan hanya itu saja, pelaku juga diketahui pernah melakukan pemerkosaan terhadap korban di dalam kamar mandi komplek santriwati.

“Dari keterangan pelaku, pemerkosaan itu terjadi selama korban berada di pesantren sejak 2018 hingga 2021,” ujarnya.

Korban Memberi Tahu ke Orang Tuanya

Karena korban tidak tahan dengan tindakan pelaku, akhirnya SR memberi tahu kejadian itu ke orang tuanya, lalu melaporkan pelaku ke Polres Aceh Timur. Setelah mengambil keterangan dari ahli visum dan ahli psikologi forensik, polisi lalu menangkap SF.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukuman penjara paling singkat 150 bulan dan paling lama 200 bulan.

Ilustrasi guru mengajar di sekolah.

Mendikdasmen Beri Kabar Baik Buat Guru Non-ASN, Tunjangan Cair Pekan Depan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan tunjangan guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) yang mengalami keterlambatan ditargetkan mulai ditransfer pada pekan depan

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut