4 Tahun Perkosa Pacar, Ancam Sebar Video Mesum Mereka
- U-Report
VIVA – Seorang pria inisial LF (21) di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) tega memperkosa pacarnya inisial PM (17). Bahkan aksi yang dilakukan LF itu sudah berlangsung selama 4 tahun.
Kasat Reskrim Polres Buton Iptu Busrol Kamal mengatakan, pelaku melakukan pengancaman akan menyebar video mesum mereka. Ancaman itu dilakukan, agar korban tidak bisa menolak kemauan pelaku.
"Jadi rentetan waktunya itu 4 tahun. Dari awal mulalah pelaku kemudian mengancam akan menyebarkan video asusila korban sehingga berlanjutlah tindakan persetubuhan itu dari tahun 2019 sampai 2022," ungkap Busrol dalam keterangannya, Minggu 22 Mei 2022.
Busrol menjelaskan, bahwa kasus ini bermula pada tahun 2019. Saat itu pelaku dan korban memiliki hubungan yakni berpacaran. Saat masa pacaran, keduanya intens berkomunikasi melalui video call. Setelah intens itu, mereka melakukan persetubuhan sekali. Oleh pelaku itu direkam.
"Jadi memang awalnya mereka pacaran. Dari bangku SMP mereka menjalin hubungan. Kemudian saat itu intens komunikasi dan pelaku video call dengan korban. Dan ketika itu korban video call tidak menggunakan pakaian, pelaku lalu merekam diam-diam. Selain itu, pelaku juga pernah merekam saat mereka berhubungan badan. Itu juga yang menjadi senjata pelaku untuk bisa kembali melakukan persetubuhan kepada korban hingga berkali-kali," jelas Busrol.
Berkat video mesum itu, kata Busrol, korban pun terus menerus menuruti kemauan pelaku berhubungan badan berkali-kali. Pelaku menjadikan video asusila tersebut sebagai ancaman kepada korban untuk memuaskan nafsunya dalam kurun waktu 4 tahun.
"Berawal dari satu video mereka berhubungan badan, akhirnya itulah yang menjadi senjata pelaku agar bisa lebih intens lagi. Jika korban tidak penuhi keinginan pelaku, maka diancam mau disebarkan video asusila itu," ujarnya.
Busrol mengungkapkan bahwa korban yang sudah tak tahan akibat ulah pelaku akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi. Korban mengaku tak tahan lagi melayani nafsu bejat pelaku sejak dirinya masih SMP hingga duduk dibangku SMA.
"Korban sudah tidak tahan melaporkan ke kami dan dilakukan penyelidikan hingga mengamankan pelaku di kediamannya" jelasnya.
Dari hasil interogasi, perlakuan tidak pantas itu telah dilakukan pelaku di beberapa tempat. Seperti di Pelabuhan Nambo, kebun warga hingga beberapa tempat di Kabupaten Buton dan Kota Baubau.