Kantor Pinjol dengan 58 Aplikasi Digrebek, 11 Karyawan Jadi Tersangka

Pengungkapan jaringan pinjaman online atau pinjol Ilegal (foto ilustrasi).
Pengungkapan jaringan pinjaman online atau pinjol Ilegal (foto ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Polisi kembali berhasil mengungkap kantor pinjaman online (pinjol) ilegal dengan. Sebanyak 11 orang karyawan jadi tersangka. Kasus ini terbongkar setelah pihaknya mendapat laporan dari nasabah pinjol pada Maret 2022 lalu. 

Sedikitnya ada empat laporan polisi yang masuk ke Polda Metro Jaya terkait jaringan pinjol ini.

"Korban dan pelapor ada empat orang kemudian para tersangka dalam kasus ini yang tadi kita tampilkan ada kurang lebih 11 orang," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 27 Mei 2022.

Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu mengatakan, para tersangka yang ditangkap berperan sebagai peneror nasabah yang menunggak. Mereka menebar ancaman kepada korban yang belum membayar utang.

Pengungkapan Jaringan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Pengungkapan Jaringan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

"Modus operandi para tersangka melakukan penagihan secara online ke nasabah-nasabah yang telah melakukan pinjol ke mereka yang mana saat penagihan para tersangka menggunakan kata-kata, ancaman ke nasabah bahwa akan disebar data dirinya ke seluruh kontak yang membuat nasabah takut," katanya.

Mereka ditangkap di tempat yang berbeda. Zulpan mengatakan, jumlah aplikasi mereka cukup banyak yaitu mencapai 58 aplikasi.